Utama Kuotasi Kalendar Forum
flag

FX.co ★ Dolar AS: raksasa yang rapuh

parent
Analisis Forex:::2026-08-05T12:48:24

Dolar AS: raksasa yang rapuh

Harga Brent kembali naik di atas $80/bbl di tengah eskalasi antara Houthi dan Arab Saudi di Laut Merah, namun dorongan bullish pada EUR/USD tampaknya tak terbendung. Euro menguat berkat harapan tercapainya kesepakatan baru AS–Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz. Donald Trump mengatakan penandatanganan bisa terjadi "hari ini atau besok." Axios melaporkan bahwa belum ada pembahasan mengenai biaya transit.

Eropa, yang sangat bergantung pada impor energi, akan sedikit bernapas lega jika harga Brent kembali ke level sebelum krisis. Perekonomiannya akan terus pulih, memperkecil kesenjangan pertumbuhan PDB dengan AS dan memberikan landasan yang lebih kokoh bagi lonjakan EUR/USD.

Dinamika ekonomi Eropa

Dolar AS: raksasa yang rapuh

Sekilas, pelemahan dolar AS terlihat tidak masuk akal. Amerika Serikat berada di posisi yang kuat: investasi besar-besaran di bidang AI dan ekspor energi menjadi penopang, imbal hasil Treasury tinggi, dan indeks saham sedang menguji rekor tertinggi — semua faktor yang semestinya menarik aliran modal ke AS dan memperkuat greenback. Selain itu, pasar berjangka masih memasang skenario kemungkinan pengetatan oleh The Fed dan belum menutup peluang dua kali kenaikan suku bunga pada 2026.

Namun di pasar valas, yang lebih penting bukanlah kondisi saat ini, melainkan perubahannya. Kesenjangan pertumbuhan dan suku bunga antara AS dan zona euro semakin menyempit. Probabilitas pengetatan oleh The Fed menurun. Itu saja sudah cukup untuk mendorong EUR/USD bergerak naik secara bertahap. ANZ memperkirakan dolar akan terus melemah hingga akhir tahun seiring memburuknya data makro dan turunnya probabilitas pengetatan kebijakan — meskipun prosesnya tidak akan berlangsung cepat.

S&P 500, EuroStoxx 600 dan dinamika EPS

Dolar AS: raksasa yang rapuh

Aset Eropa siap bersaing dengan aset AS pada 2026. EuroStoxx 600 memiliki eksposur yang lebih rendah terhadap saham teknologi terkait AI yang sedang dilepas oleh para investor AS. Dipadukan dengan pertumbuhan laba 16% pada kuartal II, penurunan harga minyak, sinyal positif dari perekonomian kawasan euro, serta menurunnya peluang kenaikan suku bunga ECB, penerbit Eropa tampak mendapat dukungan yang kuat. Arus modal yang masuk ke kawasan tersebut dari AS dan Asia menciptakan dorongan positif bagi EUR/USD.

Dolar AS: raksasa yang rapuh

Jadi, terlepas dari data ekonomi AS yang kuat, daya tarik aset-aset Amerika dan keyakinan pasar terhadap kenaikan suku bunga The Fed, penyusutan perbedaan PDB dan arus modal yang mengalir ke Eropa mendorong aksi jual dolar.

Dari sisi teknikal, pada grafik harian, EUR/USD sedang berupaya memulihkan tren naik. Kami tetap lebih menyukai strategi beli. Penembusan di atas level resistance 1,1555 akan menjadi sinyal untuk menambah posisi long yang sudah ada.

Analyst InstaForex
Bagikan artikel ini:
parent
loader...
all-was_read__icon
Anda telah menyaksikan semua publikasi
terbaik saat ini.
Kami sudah mencari sesuatu yang menarik untukmu...
all-was_read__star
Baru saja diterbitkan:
loader...
Publikasi lebih baru...