Analisis GBP/USD 5M

Pasangan mata uang GBP/USD berupaya melanjutkan pergerakan naiknya pada hari Rabu, namun upaya tersebut gagal dan pada akhir hari harga justru turun di bawah level pembukaan. Berdasarkan fakta ini, beberapa kesimpulan penting dapat diambil. Pertama, pasar pada dasarnya mengabaikan melambatnya inflasi AS, yang secara signifikan mengurangi kemungkinan kenaikan suku bunga Federal Reserve pada bulan September. Dolar AS seharusnya melemah karena faktor tersebut, namun justru menguat pada akhir hari. Kedua, pada TF per jam, terlihat jelas bahwa masing-masing dari tiga titik tertinggi terakhir pada dasarnya hanya merupakan sapuan likuiditas terhadap titik tertinggi sebelumnya. Kekuatan bullish mulai mengendur, sehingga koreksi turun dalam waktu dekat sangat mungkin terjadi. Kami tidak memperkirakan penurunan pasangan ini akan kuat atau berlangsung lama, tetapi tampaknya saatnya koreksi telah tiba. Laporan terpenting minggu ini sudah dipublikasikan, dan faktor geopolitik kecil kemungkinannya untuk mendukung mata uang AS dalam waktu dekat, karena konflik di Timur Tengah mengalami kebuntuan di semua lini. Saat ini tidak ada operasi militer aktif, tidak ada perundingan, tidak ada peluang perdamaian, dan tidak ada pihak yang berhasrat melanjutkan perang. Volatilitas pasangan ini telah turun ke level terendahnya.
Dari sisi teknikal, pound Inggris masih membentuk tren naik pada TF per jam, yang dibuktikan oleh garis tren. Perlu diingat bahwa dalam jangka panjang pasangan ini berada dalam saluran sideways dan sangat mungkin terus bergerak dari batas bawah ke batas atas. Area 1,3465–1,3488 memberikan dukungan kuat bagi pound, dan garis tren berada sedikit di bawah area tersebut. Dolar tidak akan mudah menguat.
Pada TF 5 menit di hari Rabu, tidak terbentuk satu pun sinyal trading. Sepanjang hari harga sempat bergerak naik dan turun, tetapi tidak berhasil menguji baik garis Kijun-sen maupun area 1,3465–1,3480. Sinyal diperkirakan akan mulai terbentuk hari ini.
Laporan COT

Laporan COT untuk pound Inggris menunjukkan bahwa para trader non-komersial telah mendominasi pasar dengan posisi jual selama beberapa bulan terakhir. Posisi bersih tetap negatif meskipun tren naik jangka panjang masih terjaga. Mengingat perkembangan di Timur Tengah, tidak mengherankan jika permintaan terhadap mata uang berisiko tetap lemah. Perang secara formal telah berakhir, tetapi konfliknya masih berlanjut. Faktor geopolitik dapat mendukung permintaan terhadap dolar AS dalam jangka pendek. Namun, selama belum terjadi konsolidasi di bawah garis tren, kami tidak mengharapkan penurunan tajam pada pasangan ini.
Dalam jangka panjang, dolar diperkirakan akan terus melemah akibat kebijakan Donald Trump, yang terlihat jelas pada TF mingguan. Perang dagang akan berlanjut dalam satu atau lain bentuk untuk waktu yang lama, dan kebijakan Trump, baik secara langsung maupun tidak langsung, diarahkan pada pelemahan mata uang AS. Tren naik jangka panjang tetap relevan, yang ditegaskan oleh garis tren. Harga baru-baru ini menguji garis tersebut dan memantul kembali. Menurut laporan COT terbaru (tanggal 4 Agustus), kelompok "Non-commercial" menutup 6.500 kontrak BUY dan 13.500 kontrak SELL. Dengan demikian, posisi bersih trader non-komersial meningkat sebesar 7.000 kontrak.
Analisis GBP/USD 1H

Pada time frame (TF) satu jam, pasangan GBP/USD terus membentuk tren naik. Dalam jangka panjang, kedua mata uang Eropa tersebut masih "bernuansa" bullish dan telah bergerak dalam kanal sideways selama satu tahun penuh, yang tidak membatalkan tren naik yang dimulai pada 2022. Kami memperkirakan pound sterling akan terus menguat dalam beberapa minggu mendatang. Tren naik akan terganggu jika harga terkonsolidasi di bawah garis tren.
Untuk 13 Agustus kami menyoroti level-level penting berikut: 1,3042–1,3050, 1,3096–1,3115, 1,3179–1,3187, 1,3301–1,3309, 1,3369–1,3377, 1,3465–1,3480, 1,3588, 1,3671–1,3681. Garis Senkou Span B (1,3388) dan Kijun-sen (1,3488) juga dapat menjadi sumber sinyal. Disarankan untuk memindahkan stop loss ke breakeven jika harga bergerak 20 pip ke arah yang menguntungkan. Garis-garis indikator Ichimoku dapat bergeser sepanjang hari, yang perlu diperhitungkan saat menentukan sinyal trading.
Pada hari Kamis, Inggris akan merilis data PDB kuartal II dan laporan produksi industri. Kami tidak dapat menyebut data ini penting bagi pasangan GBP/USD, karena pasar lebih banyak memerhatikan data AS. Meskipun demikian, beberapa reaksi pasar tetap mungkin terjadi setelah rilis tersebut. Di AS hari ini, hanya ada indeks harga produsen, yang artinya sudah berkurang setelah data inflasi kemarin.
Rekomendasi Trading:
Hari ini, trader dapat membuka posisi jual dengan target 1,3388 jika harga terkonsolidasi di bawah area 1,3465–1,3480 dan garis Kijun-sen. Posisi beli dapat dibuka jika terjadi pantulan dari area 1,3465–1,3480 atau dari garis kritis dengan target 1,3588.
Penjelasan untuk Ilustrasi:
Level support dan resistance harga (resistance/support) – garis merah tebal tempat pergerakan harga berpotensi berakhir. Level-level ini bukan sumber sinyal trading.
Garis Kijun-sen dan Senkou Span B – garis indikator Ichimoku yang dipindahkan ke kerangka waktu satu jam dari kerangka waktu 4 jam. Ini adalah garis-garis yang kuat.
Level ekstrem – garis merah tipis dari mana harga sebelumnya memantul. Level-level ini merupakan sumber sinyal trading.
Garis kuning – garis tren, saluran tren, dan berbagai pola teknikal lainnya.
Indikator 1 pada grafik COT – ukuran posisi bersih dari setiap kategori trader.