
Pasangan mata uang EUR/USD kembali bergerak cukup tenang pada hari Selasa dengan volatilitas yang rendah. Pada dasarnya, tidak ada alasan atau pemicu untuk pergerakan yang kuat. Dalam dua setengah minggu terakhir, volatilitas tidak pernah melampaui 63 pip. Jadi, persoalannya bukan ketiadaan peristiwa ekonomi makro atau fundamental. Secara umum, pasar memang tidak terburu-buru mengambil keputusan trading. Alasannya mungkin banyak, dan kami tidak melihat gunanya berspekulasi terkait hal itu. Yang penting dipahami adalah bahwa saat ini volatilitas memang sedang lemah.
Kembali ke trading hari Selasa, sebenarnya cukup banyak rilis data ekonomi makro pada hari tersebut, tetapi semuanya masuk dalam kategori "sekunder". Banyak analis menyoroti indikator seperti indeks ekspektasi/sentimen ekonomi atau data pasar perumahan/penjualan properti. Namun, kami menganggap laporan-laporan seperti itu sebagai data sekunder. Pasangan EUR/USD jelas tidak mengubah arah hanya berdasarkan data tersebut; para pelaku pasar mengambil keputusan trading mereka secara mandiri.
Dengan demikian, tidak ada peristiwa penting pada hari Selasa, dan pasar masih terus membahas geopolitik tanpa arah yang jelas karena memang tidak ada topik lain yang lebih signifikan. Secara umum, berita terkait topik ini hampir setiap hari bermunculan, tetapi seperti apa beritanya dan seberapa besar nilainya bagi pasar valuta asing? "Donald Trump kembali berjanji akan menghancurkan Iran dan sekaligus Oman." Apa yang penting dan unik dari pernyataan itu? Para pelaku pasar sangat memahami bahwa untuk melancarkan serangan baru terhadap Iran atau Oman, bahkan alasan yang kuat pun sebenarnya tidak diperlukan. Apakah Trump akan kembali meluncurkan serangan hanya bergantung pada ketersediaan rudal yang dibutuhkan.
"Iran mengajukan tuntutan baru terkait pembukaan kembali Selat Hormuz." Di sini pun tidak ada hal yang baru atau tak terduga. Semua pelaku pasar sudah sangat menyadari bahwa Iran sejak lama berhasil mengambil inisiatif dalam konfrontasinya dengan Trump dan sama sekali tidak berniat untuk membuat konsesi. Bahkan, Tehran kini beranggapan bahwa justru Trump yang seharusnya mengalah. Pemilu Kongres sudah semakin dekat. Semakin lama konflik berlanjut, semakin tinggi pula harga minyak dan bahan bakar. Semakin tinggi harga minyak dan bahan bakar, semakin tinggi inflasi secara keseluruhan dan semakin besar ketidakpuasan pemilih Amerika terhadap kebijakan Partai Republik dan terhadap Trump sendiri. Jadi, Iran pada dasarnya hanya menunggu dengan sabar, entah sampai pemimpin Gedung Putih itu bersedia mengalah atau sampai ia kalah dalam pemilu.
"Iran berniat untuk beralih dari bertahan menjadi menyerang." Minggu ini, muncul laporan bahwa Tehran disebut-sebut siap untuk membebaskan Selat Hormuz dari pengaruh Amerika dengan cara militer. Namun, mari kita pertimbangkan: mampukah Iran melaksanakan operasi seperti itu? Secara teori mampu, tetapi jika sebelumnya Iran memiliki keunggulan karena berada pada posisi bertahan, sekarang kemungkinan besar keunggulan itu justru berada di pihak Amerika. Bertahan selalu lebih mudah dibanding menyerang. Untuk membebaskan Selat Hormuz dari blokade Amerika, Iran perlu menghancurkan bukan hanya seluruh kapal perang AS, tetapi juga semua pangkalan militer Amerika di kawasan tersebut. Menurut pandangan kami, hal ini mustahil dilakukan, sehingga Selat Hormuz akan tetap diblokade. Seperti yang dapat kita lihat, berita yang benar-benar penting sangat jarang. Sebagian besar hanya berupa laporan sensasional yang tipikal, belum terverifikasi, atau belum dikonfirmasi.

Rata-rata volatilitas pasangan mata uang EUR/USD selama lima hari perdagangan terakhir per 19 Agustus sebesar 42 pip dan dikategorikan "rendah". Kami memperkirakan pasangan ini akan bergerak di kisaran 1,1537 hingga 1,1621 pada hari Rabu. Channel regresi linier bagian atas masih mengarah ke bawah, yang mengindikasikan berlanjutnya tren menurun. Indikator CCI kembali masuk ke area overbought, memberi sinyal potensi koreksi menurun.
Level Support Terdekat:
- S1 – 1,1566
- S2 – 1,1536
- S3 – 1,1505
Level Resistance Terdekat:
- R1 – 1,1597
- R2 – 1,1627
- R3 – 1,1658
Rekomendasi Trading:
Pasangan EUR/USD mempertahankan tren naik pada timeframe empat jam, yang mengindikasikan dimulainya fase baru tren naik global pada timeframe yang lebih panjang. Latar belakang fundamental global untuk dolar masih bersifat negatif, tetapi pada 2026, faktor geopolitik dan kemudian sikap hawkish Federal Reserve memberikan dukungan kuat bagi mata uang AS. Namun, saat ini faktor-faktor tersebut tidak lagi menopang dolar. Jika harga berada di bawah moving average, posisi jual dapat dipertimbangkan dengan target di 1,1536 dan 1,1505. Posisi beli relevan ketika harga berada di atas garis moving average dengan target di 1,1621 dan 1,1627.
Penjelasan Ilustrasi:
- Channel regresi linier membantu mengidentifikasi tren saat ini. Jika keduanya mengarah ke sisi yang sama, tren saat ini tergolong kuat.
- Garis moving average (pengaturan 20, 0, diperhalus) menentukan tren jangka pendek dan arah utama yang sebaiknya diikuti dalam aktivitas trading saat ini.
- Level Murray adalah level target untuk pergerakan dan koreksi harga.
- Level volatilitas (garis merah) menunjukkan kisaran harga yang kemungkinan besar akan menjadi channel pergerakan pasangan ini pada hari berikutnya berdasarkan volatilitas saat ini.
- Indikator CCI yang memasuki area oversold (di bawah -250) atau overbought (di atas +250) menandakan bahwa tren akan segera berbalik ke arah berlawanan.