Utama Kuotasi Kalendar Forum
flag

FX.co ★ GBP/USD – Analisis Smart Money: Bersiap Menyambut Pengetatan di Bulan November

parent
Analisis Forex:::2026-09-15T15:14:39

GBP/USD – Analisis Smart Money: Bersiap Menyambut Pengetatan di Bulan November

GBP/USD – Analisis Smart Money: Bersiap Menyambut Pengetatan di Bulan November

Pasangan GBP/USD telah kehilangan momentum bullish, dan saat ini tampilan grafik mengindikasikan bahwa pound kemungkinan akan terus melemah. Harga bereaksi terhadap bearish imbalance 27, yang memungkinkan para trader membuka posisi jual dan membuka prospek baru yang kurang optimistis bagi pound. Namun, struktur grafik di pasar valuta asing mungkin berubah dengan cepat. Misalnya, likuiditas dari level terendha 2 September mungkin diambil hari ini, yang akan menjadi sinyal peringatan bullish. Besok malam, rapat Fed akan berlangsung. Saat ini, pasar belum dapat memprediksi keputusan apa yang akan diambil regulator AS tersebut, apalagi bagaimana kemungkinan reaksi dolar terhadap peristiwa tersebut. Besok pagi, laporan inflasi Inggris akan dirilis, yang dapat memberikan pengaruh cukup kuat terhadap keputusan Bank of England paling cepat pada hari Kamis. Dengan demikian, pound juga tidak hanya akan menjadi penonton pasif di pinggir lapangan minggu ini. Dalam dua hari ke depan, situasi di pasar valuta asing mungkin berubah beberapa kali. Konsensus umum menunjukkan bahwa Bank of England tidak akan memperketat kebijakan moneter pada hari Kamis, tetapi hampir dipastikan akan memutuskan kenaikan suku bunga sebelum akhir tahun. Laporan inflasi bulan Agustus akan memperkuat ekspektasi pasar terhadap pengetatan kebijakan, atau justru sedikit melemahkannya. Namun, skenario dasar saat ini tetap satu kali langkah pengetatan hingga akhir 2026.

Selama sebulan terakhir, dolar telah menerima banyak tekanan, termasuk keputusan Departemen Keuangan AS untuk meningkatkan volume buyback obligasi jangka panjang, laporan bulanan Nonfarm Payrolls yang lemah, laporan tahunan Nonfarm Payrolls yang juga lemah, perlambatan Indeks Harga Konsumen, pertumbuhan PDB yang melambat, dan penurunan ekspektasi pasar terhadap pengetatan kebijakan moneter FOMC. Satu-satunya faktor yang mendukung dolar adalah laporan Nonfarm Payrolls terbaru (untuk pertama kalinya setelah sekian lama) dan Indeks Akivitas Usaha Jasa ISM. Bahkan laporan inflasi AS yang terakhir pun tidak berpihak pada dolar dan tidak meningkatkan probabilitas aktual pengetatan kebijakan moneter FOMC.

Apakah saat ini masih ada prospek bagi para penjual? Menurut pandangan saya, tidak banyak, tetapi harus diakui bahwa dolar sedang memasuki periode yang relatif menguntungkan. Jika Fed memutuskan untuk menaikkan suku bunga, latar belakang informasional untuk dolar akan menjadi jauh lebih positif. Saya tidak berpandangan bahwa hal tersebut akan memicu penurunan berkepanjangan pada GBP/USD. Dalam beberapa minggu terakhir, pasar nyaris hanya sibuk memperhitungkan kenaikan suku bunga FOMC ke dalam harga. Keputusan regulator AS ini sudah cukup lama tercermin di harga.

Negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran kembali gagal dan saat ini sudah tidak berlangsung lagi. Dari waktu ke waktu, Iran dan Amerika Serikat saling melancarkan serangan, ancaman, dan ultimatum, yang sama sekali tidak membantu penyelesaian konflik atau mengakhiri perang. Tidak ada yang dapat mengatakan dengan pasti berapa lama konflik ini akan berlanjut. Namun, jika konflik kembali memanas dan meningkat eskalasinya, dolar mungkin memperoleh faktor pendukung tambahan.

Analisis grafik menunjukkan bahwa struktur berbalik dari bullish menjadi bearish hanya dalam beberapa hari setelah likuiditas dari level tertinggi Mei diambil. Pound bereaksi terhadap bearish imbalance 27, yang memicu penurunan harga baru. Imbalance 25 dapat menjadi target penurunan, tetapi kemungkinan pengambilan likuiditas dari level terendah 2 September juga harus diperhitungkan, karena faktor ini, bersama dengan rapat Bank of England dan Fed, dapat membalikkan pergerakan pasangan ini ke atas.

Latar belakang data ekonomi pada hari Selasa tidak memungkinkan para penjual melanjutkan tekanan mereka, karena laporan terpenting hari itu, yaitu data pengangguran Inggris, menunjukkan angka yang lebih baik daripada proyeksi pasar. Tingkat pengangguran tetap tidak berubah pada Juli, sementara pasar memperkirakan kenaikan hingga 5%. Dengan demikian, tekanan bearish hari ini relatif lemah.

Secara keseluruhan, latar belakang informasi tetap sedemikian rupa sehingga dalam jangka panjang saya tidak melihat skenario lain selain pelemahan mata uang AS. Perang antara Iran dan Amerika Serikat tidak mengubah ekspektasi jangka panjang saya. Faktor geopolitik sempat memaksa pasar mengingat kembali status safe haven dolar selama beberapa bulan, tetapi konflik tersebut sudah melewati fase paling aktifnya. Peluang pengetatan kebijakan moneter FOMC masih ambigu, sementara pasar justru mengantisipasi pengetatan, yang menjadi alasan utama sentimen positif terhadap dolar AS. Menurut saya, setiap penguatan dolar bersifat sementara dan acak. Saya juga mencatat bahwa GBP/USD telah bergerak dalam rentang selama satu tahun penuh. Pergerakan dalam rentang memungkinkan para trader mengantisipasi hampir segala jenis pergerakan selama masih berada di dalam batas-batasnya. Sampai saat ini, para trader belum berhasil menembus keluar dari rentang tersebut.

Kalender berita untuk Amerika Serikat dan Inggris:

  • Inggris – Indeks Harga Konsumen (06:00 UTC).
  • Amerika Serikat – Perubahan Penjualan Ritel (12:30 UTC).
  • Amerika Serikat – Keputusan Suku Bunga FOMC (18:00 UTC).
  • Amerika Serikat – Dot Plot Suku Bunga (18:00 UTC).
  • Amerika Serikat – Konferensi Pers FOMC (18:30 UTC).

Pada 16 September, kalender peristiwa ekonomi memuat lima rilis, yang masing-masing dapat dianggap penting, kecuali laporan Penjualan Ritel AS. Dampak latar belakang ekonomi terhadap sentimen pasar pada hari Rabu mungkin cukup kuat sepanjang hari.

Prediksi dan Kiat-kiat Trading GBP/USD:

Prospek jangka panjang untuk pound tetap bullish. Setelah likuiditas diambil dari dua swing terakhir dan serangkaian sinyal beli terbentuk, para pembeli sebenarnya masih berpeluang melanjutkan kenaikan. Namun sayangnya, dalam beberapa minggu terakhir, para penjual telah mengambil alih inisiatif, dan seluruh pola bullish terbaru menjadi tidak valid. Pengambilan likuiditas dari swing 1 Mei memicu penurunan; sinyal jual terbentuk di dalam inverted imbalance 27, dan satu lagi sinyal bearish muncul di imbalance 27 pada minggu lalu. Dengan demikian, para trader saat ini masih dapat mempertahankan posisi jual mereka, dan masih ada ruang untuk kelanjutan penurunan baik pada euro maupun pound. Target saat ini untuk pound berada di area 1,3307–1,3333. Namun, saya ingin menekankan bahwa hasil rapat Fed dan Bank of England, serta laporan inflasi Inggris, berpotensi dengan mudah membalikkan sentimen para trader. Pound itu sendiri juga dapat mengambil likuiditas dari swing terakhir.

Analyst InstaForex
Bagikan artikel ini:
parent
loader...
all-was_read__icon
Anda telah menyaksikan semua publikasi
terbaik saat ini.
Kami sudah mencari sesuatu yang menarik untukmu...
all-was_read__star
Baru saja diterbitkan:
loader...
Publikasi lebih baru...