
Pasangan EUR/USD tengah berupaya pulih. Namun, harga spot masih bertahan di dekat level terendah bulanan yang terbentuk pada hari Senin. Para pelaku pasar dengan cermat menantikan keputusan FOMC, yang diperkirakan akan menjadi katalis baru bagi pasar.
Hari ini menandai berakhirnya pertemuan Federal Reserve bulan September, dan analis memperkirakan The Fed akan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin. Perhatian juga perlu diarahkan pada proyeksi ekonomi yang diperbarui; analisis terhadap proyeksi tersebut, bersama dengan komentar dari Ketua The Fed Kevin Warsh dalam konferensi pers, akan membantu mengidentifikasi prospek perubahan suku bunga dalam beberapa bulan mendatang. Proyeksi ini akan berdampak signifikan pada dinamika jangka pendek dolar AS dan, pada akhirnya, pada pasangan EUR/USD.
Menjelang acara utama bank sentral ini, risiko inflasi yang terkait dengan kenaikan harga energi meningkatkan ekspektasi terhadap pengetatan kebijakan moneter The Fed. Secara khusus, harga minyak pada hari Selasa naik ke level tertinggi sejak 20 Mei di tengah meningkatnya kekhawatiran mengenai gangguan pasokan dari Timur Tengah.

Selain itu, meningkatnya aktivitas pinjaman pemerintah dan korporasi telah berkontribusi pada kenaikan imbal hasil obligasi Pemerintah AS tenor 10 tahun ke level tertingginya sejak April 2007, yang mendukung dolar dan menambah tekanan pada pasangan EUR/USD.
Selain itu, di tengah eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Iran, dolar mendapatkan dukungan sebagai aset safe-haven, yang juga menguntungkan US Dollar Index (DXY), indeks yang melacak kinerja mata uang AS terhadap sekeranjang mata uang lainnya dan saat ini bertahan dekat level tertinggi dalam dua minggu.

Namun demikian, sikap hawkish European Central Bank memberikan sedikit dukungan bagi euro dan membatasi pelemahan pasangan EUR/USD. Meski begitu, dengan mempertimbangkan kondisi makroekonomi saat ini, setiap upaya pemulihan intraday kemungkinan akan menghadapi tekanan jual yang aktif dan tetap terbatas.
Dari sisi teknikal, pasangan EUR/USD saat ini bertahan di dekat level terendah bulanan, sementara potensi pergerakan naiknya tertahan oleh simple moving average (SMA) 100 hari, yang mengonfirmasi bias bearish moderat dalam jangka pendek. Penembusan yang meyakinkan di atas level ini akan membuka jalan menuju exponential moving average (EMA) 200 hari, sehingga memudahkan buyer untuk mendorong pasangan ini lebih tinggi.
Di sisi lain, SMA 50 hari menjadi zona support utama, diikuti oleh level psikologis 1,1500. Indikator oscillator menunjukkan sinyal yang beragam, sehingga pasangan ini berpotensi bergerak dalam rentang sideways.