
Pasangan mata uang GBP/USD diperdagangkan cukup tenang pada hari Rabu, dan laporan inflasi Inggris tidak memberikan dampak berarti pada pergerakan pound. Hari ini Bank of England akan menggelar pertemuan, dan kita akan mengetahui keputusan suku bunga serta hasil pemungutan suara Komite Kebijakan Moneter. BoE tampaknya kecil kemungkinan akan memperketat kebijakan pada bulan September, tetapi sikapnya dalam jangka menengah masih jauh lebih hawkish dibanding, misalnya, Federal Reserve.
Data inflasi Inggris bulan Agustus belum memberikan jawaban jelas apakah suku bunga acuan perlu dinaikkan bulan ini. CPI utama naik menjadi 3,1% sesuai prediksi, sementara inflasi inti tetap tidak berubah di 2,6%. Dengan kata lain, inflasi memang naik, tetapi belum cukup kuat untuk menimbulkan kekhawatiran serius. Karena itu, besar kemungkinan BoE akan mengambil sikap wait-and-see hari ini, dan pernyataannya diperkirakan bernada netral, sehingga hanya akan memicu lonjakan volatilitas yang bersifat sementara.
Peristiwa paling menarik hari ini adalah pemungutan suara Komite Kebijakan Moneter mengenai suku bunga kebijakan. Tiga anggota MPC diperkirakan akan mengambil posisi hawkish, sementara enam lainnya tetap netral. Perpecahan seperti ini tidak akan menimbulkan reaksi pasar yang besar. Jika jumlah anggota hawkish lebih dari tiga, pound berpotensi mendapat dukungan moderat — namun tidak lebih dari empat hawks, karena untuk menaikkan suku bunga dibutuhkan mayoritas dari sembilan anggota yang memiliki hak suara.
Kami juga mencatat bahwa pertemuan BoE kali ini mungkin berada dalam bayang-bayang Fed. Seperti telah disebutkan sebelumnya, pasar mungkin membutuhkan hingga 24 jam untuk sepenuhnya mencerna hasil keputusan Fed, sehingga pergerakan hari ini mungkin lebih banyak dipengaruhi oleh penyesuaian lanjutan terhadap keputusan Fed ketimbang oleh BoE. Dan tentu saja, keputusan Fed pada umumnya memiliki bobot yang lebih besar bagi pasar dibandingkan langkah BoE.
Menurut pandangan kami, BoE masih memiliki ruang untuk menaikkan suku bunga acuan setidaknya tiga kali pada 2026–2027, tergantung dinamika inflasi — tiga kali kenaikan adalah skenario dasar kami. Jauh lebih tidak pasti apakah Fed akan menaikkan suku bunga lebih dari sekali. Kami masih berpandangan bahwa satu kali kenaikan suku bunga oleh Fed mungkin lebih ditujukan untuk memulihkan kepercayaan terhadap Kevin Warsh daripada untuk benar-benar memerangi inflasi secara tegas. Dengan demikian, dalam jangka panjang BoE tampak sebagai bank sentral yang lebih konsisten hawkish. Dikombinasikan dengan gambaran teknikal pada time frame yang lebih panjang, hal ini mendukung pandangan jangka panjang kami untuk 2026: sterling seharusnya menguat karena dolar tidak memiliki alasan struktural untuk rally yang kuat dan berkelanjutan.

Rata-rata volatilitas pasangan GBP/USD selama 5 hari perdagangan terakhir sebesar 56 pip. Untuk pound/dolar, nilai ini diklasifikasikan "rendah." Oleh karena itu, pada hari Kamis, 17 September, kami memperkirakan pergerakan di dalam rentang yang dibatasi oleh 1,3387 dan 1,3499. Channel regresi linear yang lebih tinggi telah berbalik naik, mengindikasikan tren naik. CCI memasuki area oversold, memperingatkan kemungkinan berakhirnya koreksi.
Level support terdekat:
S1 – 1,3428
S2 – 1,3367
S3 – 1,3306
Level resistance terdekat:
R1 – 1,3489
R2 – 1,3550
R3 – 1,3611
Rekomendasi trading:
Pasangan GBP/USD mempertahankan tren naik. Kebijakan Donald Trump akan terus membebani perekonomian AS, sehingga kami tidak memperkirakan penguatan dolar berlanjut dalam jangka panjang. Sejauh ini, tahun 2026 berjalan positif bagi dolar karena faktor geopolitik, tetapi setiap cerita pada akhirnya akan berakhir. Pada time frame mingguan, masih terlihat fase mendatar dalam rentang 1,3150 hingga 1,3780 di dalam tren naik empat tahun, yang mendukung ekspektasi kelanjutan kenaikan pound dalam jangka menengah. Posisi beli dengan target di 1,3550 dan 1,3611 dapat dipertimbangkan selama harga berada di atas moving average. Harga yang bergerak di bawah moving average akan memberikan dasar untuk trading bearish, dengan target di 1,3387 dan 1,3367.
Penjelasan ilustrasi:
Channel regresi membantu menentukan tren saat ini. Jika keduanya bergerak ke arah yang sama, berarti tren saat ini cukup kuat;
Garis moving average (pengaturan 20,0, diperhalus) mendefinisikan tren jangka pendek dan arah yang sebaiknya diambil dalam trading saat ini;
Level Murray adalah level target untuk pergerakan dan koreksi;
Level volatilitas (garis merah) adalah perkiraan channel harga yang kemungkinan akan menjadi area pergerakan pasangan ini dalam 24 jam ke depan berdasarkan indikator volatilitas saat ini;
Indikator CCI – masuknya harga ke area oversold (di bawah -250) atau area overbought (di atas +250) mengindikasikan bahwa tren akan segera berbalik ke arah berlawanan.