Tinjauan rilis makroekonomi:

Tidak ada publikasi makroekonomi yang dijadwalkan rilis pada hari Senin — baik di Jerman, Inggris, kawasan euro, maupun Amerika Serikat. Karena itu, para pelaku pasar hanya akan memiliki sedikit faktor pemicu sepanjang hari, dan volatilitas pasangan ini kemungkinan akan tetap rendah, sesuatu yang sudah biasa bagi banyak orang dalam satu setengah hingga dua bulan terakhir. Kemungkinan besar kita akan melihat "Senin yang tenang" dalam arti klasik.
Tinjauan peristiwa fundamental:

Di antara peristiwa fundamental hari Senin, satu-satunya agenda yang cukup menonjol adalah pidato anggota FOMC, Austan Goolsbee. Namun, Federal Reserve baru saja mengadakan pertemuan minggu lalu; bank sentral tersebut secara bulat menaikkan suku bunga kebijakan, dan sebagian besar anggota FOMC, menurut dot plot, memperkirakan setidaknya satu kenaikan lagi sebelum akhir tahun. Dengan demikian, sikap The Fed untuk saat ini sudah cukup jelas. Ke depannya, pergerakan pasar akan lebih banyak dipengaruhi oleh perkembangan di Timur Tengah dan data makro yang akan dirilis, daripada oleh pidato-pidato FOMC.
Latar belakang geopolitik tetap buruk. Amerika Serikat dan Iran saat ini tidak sedang bernegosiasi; Selat Hormuz tetap ditutup atau sebagian ditutup, dan pasukan Houthi yang didukung Iran terus memblokade Arab Saudi serta menyerang fasilitasnya. Donald Trump mengajukan sebuah operasi ekonomi yang belum pernah terjadi sebelumnya untuk "menghancurkan" Iran dan mengancam akan menjatuhkan sanksi kepada negara mana pun yang berinteraksi dengan Iran. Sejauh ini, tidak ada pihak yang mendukung rencana Trump, dan masih belum jelas apakah rencana tersebut akan dilaksanakan. Konflik terus berlanjut, Selat Bab al-Mandeb tetap berada di bawah ancaman blokade, dan harga minyak tetap tinggi.
Kesimpulan:
Pada hari perdagangan pertama minggu ini, pasangan mata uang kemungkinan akan kembali mencoba membentuk koreksi. Euro hari ini dapat diperdagangkan dari area 1,1461–1,1474, dan pound dari area 1,3380–1,3386. Volatilitas mungkin kembali rendah hari ini karena tidak ada agenda besar yang dijadwalkan.
Aturan Utama Sistem Trading:
- Kekuatan sinyal ditentukan oleh waktu yang dibutuhkan untuk pembentukan sinyal (rebound atau breakout). Semakin singkat waktu yang dibutuhkan, semakin kuat sinyalnya.
- Jika dua atau lebih posisi dibuka pada level tertentu berdasarkan sinyal palsu, semua sinyal berikutnya dari level tersebut harus diabaikan.
- Dalam kondisi datar, pasangan mata uang apa pun dapat menghasilkan banyak sinyal palsu atau bahkan tidak menghasilkan sinyal sama sekali. Level-level teknikal dapat diabaikan.
- Pada time frame per jam, sinyal trading dari indikator MACD hanya boleh digunakan ketika volatilitas tinggi dan garis tren atau channel tren mengkonfirmasi adanya tren.
- Jika dua level terlalu berdekatan (dalam kisaran 5–20 pip), maka perlakukan keduanya sebagai satu area support atau resistance.
- Setelah harga bergerak 15 pip ke arah yang benar, stop-loss sebaiknya dipindahkan ke titik impas (break even).
Hal yang Perlu Diperhatikan pada Grafik:
Level harga support dan resistance menjadi target untuk membuka posisi beli atau jual, atau berfungsi sebagai sumber sinyal.
Garis merah menunjukkan channel atau garis tren yang menggambarkan tren saat ini dan arah trading yang lebih disukai.
Indikator MACD (14,22,3) — histogram dan garis sinyal — adalah indikator tambahan yang juga dapat memberikan sinyal.
Pidato dan laporan penting (yang tercantum dalam kalender berita) dapat sangat memengaruhi pergerakan pasangan mata uang. Karena itu, pada saat rilis, para trader sebaiknya sangat berhati-hati dalam bertransaksi, atau keluar sementara dari pasar untuk menghindari pembalikan tajam yang berlawanan dengan pergerakan sebelumnya.
Trader forex pemula harus ingat bahwa tidak setiap transaksi akan menghasilkan keuntungan. Mengembangkan strategi yang jelas dan mempraktikkan pengelolaan modal adalah kunci keberhasilan jangka panjang dalam trading.