Utama Kuotasi Kalendar Forum
flag

FX.co ★ GBP/JPY. Koreksi atau Pembalikan Tren?

parent
Analisis Forex:::2026-09-21T13:04:50

GBP/JPY. Koreksi atau Pembalikan Tren?

Pasangan GBP/JPY mencoba melanjutkan momentum hari Jumat pada hari ini di tengah pelemahan umum mata uang Jepang. Pada akhir pekan lalu, pembeli menguji level 211,00, tetapi gagal mempertahankan posisinya, dengan pentupan sesi perdagangan hari Jumat di 210,12. Meskipun demikian, sentimen bullish kembali mendominasi pasangan GBP/USD hari ini, meskipun terlihat jauh kurang kuat.

GBP/JPY. Koreksi atau Pembalikan Tren?

Pendorong utama pergerakan pasangan ini adalah rapat Bank of Japan, meskipun keputusan regulator tersebut sendiri sebenarnya tidak mengejutkan pasar: suku bunga dinaikkan sebesar 25 basis poin (dari 1,00% menjadi 1,25%), yaitu ke level tertinggi dalam 31 tahun terakhir. Sekilas, keputusan seperti ini seharusnya mendukung yen, terutama terhadap pound, mengingat Bank of England pada rapat bulan September mempertahankan seluruh parameter kebijakan moneter tanpa perubahan. Namun, pada hari Jumat mata uang Jepang justru berada di bawah tekanan, termasuk terhadap pound Inggris.

Pertama, keputusan Bank of Japan tidak diambil secara bulat: dua anggota Dewan Kebijakan menentang pengetatan kebijakan moneter. Toichiro Asada beralasan bahwa inflasi masih berada di bawah level 2% dan kondisi perekonomian "belum dapat digambarkan cukup kuat." Sementara itu, Ayano Sato menyatakan bahwa keputusan yang bersifat "hawkish" akan terlalu dini.

Fakta bahwa masih ada anggota Dewan Kebijakan yang lebih menyukai pendekatan hati-hati menekan posisi yen, karena "oposisi" ini dapat membatasi laju kenaikan suku bunga berikutnya.

Faktor kedua yang menekan yen adalah retorika pendamping dari Bank of Japan, yang ternyata kurang agresif dibandingkan yang diharapkan banyak pelaku pasar. Di satu sisi, regulator menyatakan bahwa inflasi inti sedang mendekati level target dan risiko inflasi melampaui target tersebut meningkat. Namun di sisi lain, Bank menekankan "dalam pernyataan terpisah" bahwa waktu dan laju pengetatan berikutnya "akan bergantung pada kondisi ekonomi dan harga." Gubernur BoJ Kazuo Ueda juga menyatakan bahwa tidak ada jadwal yang sudah ditentukan untuk kenaikan suku bunga dan semuanya akan bergantung pada data yang masuk.

Akhirnya, latar belakang data statistik menjelang keputusan September juga berperan penting. Beberapa jam sebelum hari kedua rapat, Bank of Japan menerima sinyal inflasi yang relatif lemah. Berdasarkan data yang dipublikasikan, CPI headline berada di level 1,9% pada Agustus, sementara CPI yang tidak memasukkan harga makanan segar berada di 1,7% (turun dari 1,8% pada Juli), dan CPI yang tidak memasukkan makanan segar dan energi tercatat 1,9%.

Data yang dipublikasikan tersebut sudah melemahkan yen bahkan sebelum regulator Jepang mengumumkan hasil rapat bulan September. Data Agustus yang lemah menurunkan ekspektasi terhadap skenario pengetatan yang agresif dan membuat kenaikan suku bunga berikutnya lebih tampak sebagai kelanjutan dari normalisasi kebijakan moneter yang bertahap dan terukur, bukan awal dari percepatan siklus yang tajam.

Alhasil, gambaran fundamental bagi yen menjadi negatif. Kenaikan suku bunga itu sendiri sudah diantisipasi dan tercermin dalam harga oleh pasar, tetapi para pelaku pasar tidak mendapatkan sinyal apa pun yang menunjukkan niat untuk mempercepat pengetatan kebijakan moneter selanjutnya. Para trader berfokus pada dua suara "dovish" dan tidak adanya panduan yang tegas dan transparan mengenai kenaikan suku bunga di masa depan.

Sementara itu, Bank of England juga gagal memberikan katalis baru bagi penguatan sterling. Regulator mempertahankan suku bunga di 3,75%, dengan komposisi suara yang tetap tidak berubah, 6:3 mendukung jeda. Terlepas dari retorika yang relatif hawkish dalam pernyataan pendamping (bank sentral mengakui meningkatnya risiko inflasi, memperingatkan potensi kenaikan CPI lebih lanjut, dan menyatakan bahwa perekonomian lebih tangguh daripada prediksi), sinyal-sinyal ini pada dasarnya sudah banyak tercermin dalam level harga saat ini.

Pada dasarnya pasar tidak menerima apa pun di luar ekspektasi yang sudah ada, sehingga retorika hawkish dalam komunike akhir tidak mampu memberikan dukungan berarti bagi sterling.

Perlu juga diingat bahwa pada rapat September, Bank of England menyetujui rencana jangka panjang untuk mengurangi kepemilikan obligasinya, sambil sekaligus membuat proses tersebut lebih dapat diprediksi dan secara efektif menyingkirkan kebutuhan untuk mempercepat penjualan aktif. Dengan demikian, rapat September tidak menghasilkan katalis fundamental kuat yang baru, baik bagi pembeli maupun penjual sterling.

Pada akhirnya, nasib pasangan ini ditentukan oleh "komponen yen": kenaikan pasangan ini terjadi bukan karena penguatan mata uang Inggris, melainkan akibat pelemahan yen.

Lalu, apakah lonjakan hari Jumat dapat berkembang menjadi tren naik yang berkelanjutan? Untuk saat ini, pergerakan harga lebih tampak sebagai dorongan jangka pendek daripada pembalikan tren yang sepenuhnya terbentuk.

Pada awal September, GBP/JPY diperdagangkan di atas level 216,00, setelah itu harga turun tajam menuju area 207,00. Kenaikan hari Jumat hanya membawa pasangan ini ke area 210,40–211,30 dan belum mengubah struktur jangka menengah. Pembeli perlu setidaknya mengukuhkan posisi di atas target 211,30 (yaitu level tertinggi hari Jumat). Breakout tegas ke atas level ini akan membuka jalan menuju level 212,00 dan, lebih jauh lagi, ke 213,50 (batas bawah Kumo cloud pada time frame D1). Perilaku pembeli di kisaran 211,300–212,00 akan menunjukkan apakah dinamika kenaikan harga akan berlanjut atau justru para trader mulai merealisasikan keuntungan pada posisi beli.

Di sisi bawah, zona harga 208,50–207,80 tetap menjadi area support kunci. Kembalinya harga ke bawah zona ini akan mengindikasikan bahwa lonjakan hari Jumat hanya reaksi sementara terhadap rapat Bank of Japan.

Saat ini, pembeli masih memegang keunggulan pada GBP/JPY, tetapi awal dari tren naik yang baru baru dapat dibicarakan setelah serangkaian breakout terkonfirmasi ke atas level-level resistance yang disebutkan tadi.

Analyst InstaForex
Bagikan artikel ini:
parent
loader...
all-was_read__icon
Anda telah menyaksikan semua publikasi
terbaik saat ini.
Kami sudah mencari sesuatu yang menarik untukmu...
all-was_read__star
Baru saja diterbitkan:
loader...
Publikasi lebih baru...