Utama Kuotasi Kalendar Forum
flag

FX.co ★ Anjloknya euro, tekanan The Fed terhadap yen, rekor Apple, dan perang harga jaringan saraf

parent
Analisis Forex:::2026-09-23T09:56:16

Anjloknya euro, tekanan The Fed terhadap yen, rekor Apple, dan perang harga jaringan saraf

Anjloknya euro, tekanan The Fed terhadap yen, rekor Apple, dan perang harga jaringan saraf

Euro anjlok dengan cepat akibat hantaman ganda: gejolak politik di Jerman dan krisis utang negara yang kian dalam di Prancis, sementara yen Jepang terus melemah karena selisih suku bunga yang sangat besar dengan Federal Reserve masih berlanjut.

Di tengah latar kondisi yang suram itu, sektor teknologi menampilkan dinamika dramatisnya sendiri: Apple, di bawah kepemimpinan baru, tengah melesat menuju rekor kapitalisasi pasar senilai $5 triliun setelah mengumumkan perangkat lipat pertamanya. Pada saat yang sama, era AI "premium" mulai berakhir, memaksa Microsoft, Amazon, dan raksasa teknologi lain untuk melancarkan perang harga agresif guna mendorong penggunaan massal jaringan saraf mereka.

Tinjauan atas empat perkembangan kunci ini menunjukkan bagaimana geopolitik, kebijakan moneter, dan perubahan strategi korporasi tengah menciptakan realitas baru yang sangat fluktuatif bagi para investor saat ini.

Euro di tengah tembakan silang: bagaimana badai politik Jerman dan krisis utang Prancis meluluhlantakkan mata uang tunggal

Anjloknya euro, tekanan The Fed terhadap yen, rekor Apple, dan perang harga jaringan saraf

Euro kembali mengalami penurunan tajam, menyentuh level terendah dalam tujuh minggu dan menembus level psikologis penting 1,1450 per dolar. EUR/USD jatuh menembus support sebelumnya di 1,1454. Yang mencolok, aksi jual ini terjadi meskipun selera risiko global masih moderat dan harga minyak menurun. Para nvestor bukan sedang khawatir soal komoditas, melainkan tentang apa yang terjadi di jantung Eropa.

Pemicu langsung aksi jual ini adalah hasil pemilu regional hari Minggu di Jerman. Apa yang menimpa Christian Democratic Union (CDU) pimpinan Kanselir Friedrich Merz digambarkan oleh The Economist sebagai sebuah "bencana". Di Mecklenburg–Western Pomerania, partai sang kanselir untuk pertama kalinya dalam sejarah pascaperang gagal melewati ambang batas 5% dan praktis tersingkir dari parlemen regional. Di Berlin, CDU bahkan harus merelakan posisi pertama kepada Left Party, yang meraih 25,7% suara.

Dampaknya langsung terasa. NPR dan CNBC melaporkan bahwa Friedrich Merz membatalkan rencana kunjungan ke Sidang Umum PBB di New York untuk fokus menyelamatkan agenda reformasi. Namun, pasar keuangan sudah mulai memasang skenario suram. Masa depan anggaran kawasan euro yang sangat besar, senilai €2 triliun — yang sebagian besar dialokasikan untuk peningkatan belanja pertahanan — kini dipertanyakan.

Anjloknya euro, tekanan The Fed terhadap yen, rekor Apple, dan perang harga jaringan saraf

Menurut Financial Times, para pejabat Eropa mengakui bahwa hasil akhir pekan memaksa Uni Eropa untuk secara radikal meninjau kembali rencananya untuk beberapa bulan ke depan. Pada saat yang sama, meningkatnya pengaruh Alternative for Germany (AfD) yang pro-Rusia hanya memperkeruh ketidakpastian politik.

Jika Jerman melemahkan euro lewat faktor politik, Prancis melakukannya lewat faktor makroekonomi. Masalah anggaran ekonomi terbesar kedua di zona euro itu telah memasuki fase akut. Pada 18 September, lembaga pemeringkat kredit Scope menurunkan peringkat utang negara Prancis dari AA- menjadi A+, sehingga menjadi lebih sejalan dengan Fitch dan S&P. Morningstar DBRS juga memangkas prospeknya menjadi negatif, menurut laporan Bloomberg.

Data Kementerian Keuangan Prancis terlihat suram: utang publik diproyeksikan mencapai 119,3% dari PDB pada 2026 dan melampaui ambang kritis 121,7% dari PDB pada 2027.

Volatilitas forex yang tinggi saat ini membuka peluang trading baik pada pergerakan turun maupun pada rebound aset-aset Eropa. Instrumen utama, termasuk EUR/USD dan pasangan mata uang lainnya, tersedia untuk diperdagangkan di platform InstaForex. Jangan lewatkan kesempatan untuk meraih keuntungan dari perubahan geopolitik dan makro saat ini — buka akun dan unduh aplikasi seluler untuk trading 24/7.

Yen menyerah: mengapa selisih suku bunga dengan The Fed membuat mata uang Jepang ini kian tertekan

Anjloknya euro, tekanan The Fed terhadap yen, rekor Apple, dan perang harga jaringan saraf

Yen Jepang terus melemah — ini adalah sesi ketiga berturut-turut penurunan terhadap dolar AS. Pasar telah sampai pada satu kesimpulan yang jelas: Bank of Japan tidak siap untuk mengikuti laju pengetatan kebijakan moneter yang ditetapkan oleh bank sentral utama lainnya.

Perbedaan suku bunga yang sangat besar (sekitar 275 basis poin) terus bertindak seperti magnet bagi carry trade klasik yang didanai dalam yen. Selama sesi Asia, pasangan USD/JPY diperdagangkan di kisaran 157,33. Sedikit kelegaan sementara datang dari hari libur pasar Jepang dan meningkatnya kekhawatiran akan intervensi nilai tukar.

Nikkei melaporkan bahwa pada hari Jumat lalu pejabat Jepang meminta kuotasi USD/JPY dari bank—permintaan yang dalam istilah pasar hampir selalu menandakan bahwa otoritas sedang memantau situasi secara saksama dan menyiapkan landasan bagi kemungkinan intervensi di pasar.

Namun, tekanan fundamental terhadap yen jauh lebih dalam dan bersumber dari beragam keputusan bank sentral minggu lalu. Memang, BOJ menaikkan suku bunga kebijakan jangka pendeknya menjadi 1,25%, tetapi efek hawkish dari keputusan tersebut tereduksi oleh perbedaan pendapat: dua anggota dewan memilih menentang langkah itu dan menginginkan kebijakan tetap lebih longgar. Perbedaan suara tersebut seketika mendinginkan antusiasme para investor: probabilitas tersirat di pasar untuk kenaikan suku bunga berikutnya pada bulan Oktober anjlok ke bawah 25%.

Anjloknya euro, tekanan The Fed terhadap yen, rekor Apple, dan perang harga jaringan saraf

Federal Reserve, sebaliknya, bertindak dengan tekad baja. The Fed bukan hanya menaikkan suku bunga, tetapi juga mengadopsi nada yang secara eksplisit hawkish. CME FedWatch menunjukkan probabilitas kira-kira 55% untuk kenaikan tambahan sebesar 25 bp pada bulan Oktober, yang akan mendorong federal funds rate ke kisaran 4,00%–4,25%.

"Jika Bank of Japan tidak memperketat kebijakan lebih cepat daripada The Fed, selisih suku bunga sekitar 275 basis poin itu akan terus memicu carry trade yen," ujar Carlos Casanova, ekonom senior Asia di Union Bancaire Privée. Ia memproyeksikan USD/JPY dapat mencapai 160 pada akhir tahun, dengan koreksi ke 156 pada pertengahan 2027.

Prospeknya makin memburuk oleh skenario dari Economies.com: jika The Fed menaikkan suku bunga sebelum BOJ merespons, selisih tersebut dapat melebar hingga 300 basis poin pada bulan Oktober, memberikan tekanan yang lebih besar lagi pada yen yang sudah melemah.

Dampak Ternus dan iPhone lipat: Apple kembali

melaju menuju valuasi bersejarah $5 triliun

Anjloknya euro, tekanan The Fed terhadap yen, rekor Apple, dan perang harga jaringan saraf

Sebuah kemenangan sejati ala "Apple" meledak di lantai bursa pada Selasa pagi. Saham Apple melesat hingga menyentuh rekor intraday di $345,34, yang sempat mendorong nilai pasar perusahaan menembus ambang psikologis dan historis $5 triliun. Yang paling mengesankan: Apple hanya butuh waktu tiga minggu untuk mencetak prestasi finansial ini, dan itu terjadi di tengah pergantian era kepemimpinan global di pucuk manajemen perusahaan.

Rekor intraday sebelumnya ($344,57) tercipta pada akhir Juli, ketika Apple pertama kali melampaui level $5 triliun dalam sejarah modernnya. Saat itu, Apple menjadi hanya perusahaan kedua yang mencapai tonggak tersebut, setelah Nvidia yang sudah menembusnya pada Oktober 2025.

Namun rally terbaru ini menambah unsur dramatis. Pada 1 September, era 15 tahun Tim Cook berakhir, dan John Ternus secara resmi mengambil alih kemudi sebagai CEO. Pada hari pelantikan Ternus, pasar menilai Apple di angka yang terbilang moderat $4,68 triliun (harga penutupan $316,85).

Orang mungkin akan memperkirakan adanya gejolak di masa transisi kepemimpinan, tetapi pasar justru bereaksi sebaliknya. Dalam waktu kurang dari sebulan, harga saham naik secara konsisten, menguat hampir 9%.

Anjloknya euro, tekanan The Fed terhadap yen, rekor Apple, dan perang harga jaringan saraf

Apa yang mendorong sejumlah rally pasar ini? Tak diragukan lagi, presentasi spektakuler pada 9 September. Ternus tidak menahan diri, memperkenalkan bukan hanya lini iPhone 18 yang sudah lama dinantikan, tetapi juga memenuhi keinginan penggemar selama bertahun-tahun — perangkat lipat pertama Apple.

Wall Street merespons dengan cepat, meskipun para analis tetap secara pragmatis seimbang antara euforia dan kehati-hatian. Sinyal awal permintaan konsumen beragam, tetapi cukup menjanjikan.

Analis Evercore ISI, yang terdorong oleh minat terhadap iPhone 18 Pro dan Pro Max yang lebih kuat daripada prediksi, menaikkan target harga mereka menjadi $380. UBS untuk saat ini tetap Netral, tetapi juga mencatat tren positif: waktu tunggu untuk model Pro baru jauh lebih singkat dibandingkan tahun lalu, yang mengindikasikan permintaan yang sehat — bukan sekadar spekulatif.

Akhir era "premium AI": mengapa Microsoft dan raksasa TI memulai perang harga

Anjloknya euro, tekanan The Fed terhadap yen, rekor Apple, dan perang harga jaringan saraf

Baru setahun lalu, perusahaan teknologi berusaha untuk memonetisasi setiap keinginan terkait AI dengan harga selangit, berharap hype akan mengurus sisanya. Sekarang situasinya berubah. Microsoft tampaknya menjadi yang pertama secara terbuka mengakui realitas baru pasar ini: perusahaan kini menawarkan diskon 30%–50% untuk langganan asisten AI mereka, Copilot, seperti dilaporkan The Information pada hari Selasa.

Pemicu langkah murah hati ini adalah peluncuran sebuah "super-app" terpadu yang akan menggabungkan jaringan saraf konsumen dan korporat milik Microsoft dalam satu ekosistem. Namun terus terang saja: ini bukan sekadar hadiah bagi pengguna — ini adalah pivot strategis yang terpaksa diambil. Persaingan dari lab AI independen seperti OpenAI dan Anthropic berkembang pesat. Untuk mempertahankan pelanggan, Microsoft beralih dari keserakahan harga ke fleksibilitas harga.

Pergeseran Microsoft hanya puncak gunung es. Seluruh sektor TI sedang bergejolak, dan diskon telah menjadi hal yang lumrah. Jika kemarin akses ke agen AI dibanderol mahal, hari ini perusahaan justru saling berebut mempertahankan pengguna.

Amazon, misalnya, menarik pelanggan dengan uji coba gratis 90 hari untuk asisten AI mereka. Adobe membuka akses gratis ke generator gambar Firefly, dan Workday memberikan fitur AI kepada pengguna kunci tanpa biaya. Kredit gratis, masa uji coba panjang, dan diskon personal menjadi alat utama dalam upaya mencegah pelanggan beralih ke alternatif yang lebih murah.

Anjloknya euro, tekanan The Fed terhadap yen, rekor Apple, dan perang harga jaringan saraf

Data mendukung strategi ini. Langganan perusahaan untuk Microsoft 365 Copilot seharga $30 per pengguna per bulan. Layanan ini telah melampaui 30 juta kursi berbayar, yang jika dihitung dengan harga daftar setara dengan sekitar $10,8 miliar pendapatan tahunan.

Namun, ada catatan penting. Dari lebih dari 400 juta pengguna komersial Microsoft 365, hanya sebagian kecil yang bersedia membayar tambahan AI tersebut. Hal ini menjadi jelas: agar AI benar-benar dapat masuk ke arus utama, harganya harus lebih menarik. Diskon adalah cara paling pasti untuk memenangkan hati — dan dompet — pelanggan korporat.

Pergeseran strategi besar-besaran di antara raksasa TI ini berdampak langsung pada harga saham mereka. Para investor dan trader mengamati dengan saksama bagaimana perang harga AI akan memengaruhi margin dan laba di masa mendatang.

Saham yang dibahas di sini (termasuk Microsoft, Amazon, dan Adobe) tersedia untuk diperdagangkan di platform InstaForex. Ingin meraih keuntungan dari tren AI dan sektor TI secara real time? Buka akun di InstaForex hari ini dan unduh aplikasi selulernya. Lakukan trading saham-saham teknologi global dengan sekali klik, di mana pun Anda berada.

Analyst InstaForex
Bagikan artikel ini:
parent
loader...
all-was_read__icon
Anda telah menyaksikan semua publikasi
terbaik saat ini.
Kami sudah mencari sesuatu yang menarik untukmu...
all-was_read__star
Baru saja diterbitkan:
loader...
Publikasi lebih baru...