
Emas (XAU/USD) menunjukkan rebound moderat dari $4.100—level terendah dua bulan yang tersentuh pada Selasa sebelumnya—tetapi potensi kenaikan tampak terbatas. Dolar AS berhenti sejenak setelah rally tajam dari level terendah September, sehingga memberikan sedikit dukungan bagi logam mulia ini. Selain itu, menurunnya probabilitas kenaikan suku bunga The Fed pada Oktober juga menjadi faktor pendukung emas. Meskipun demikian, latar belakang fundamental secara keseluruhan masih condong ke sisi bearish dan mengindikasikan bahwa jalur dengan hambatan paling rendah bagi aset ini tetap mengarah ke bawah.
.
Rilis data makro AS minggu lalu menunjukkan inflasi yang melambat dan adanya tanda-tanda pelemahan di pasar tenaga kerja. Harga minyak juga bertahan dekat level terendah empat minggu: ekspor yang stabil dari Timur Tengah dan keputusan G7 untuk memanfaatkan cadangan strategis telah meredakan kekhawatiran kekurangan pasokan, sehingga secara signifikan mengurangi tekanan pada Federal Reserve untuk kembali menaikkan suku bunga. Namun, para pelaku pasar masih memperkirakan probabilitas lebih dari 85% adanya satu kenaikan suku bunga The Fed lagi sebelum akhir tahun.
Ekspektasi atas kenaikan suku bunga selanjutnya oleh The Fed tetap bertahan meskipun data ketenagakerjaan melemah. Para ekonom Deutsche Bank menyatakan bahwa meskipun data nonfarm payrolls terbaru mengecewakan, secara keseluruhan pasar tenaga kerja masih terlihat cukup tangguh, terutama jika mempertimbangkan data ADP dan klaim tunjangan pengangguran. Atas dasar itu, para analis bank tersebut memproyeksikan dua kali kenaikan tambahan sebesar 25 bp dalam beberapa kuartal mendatang. Deutsche Bank juga menunjukkan bahwa pasar telah memperhitungkan kenaikan suku bunga selama 12 bulan ke depan ke dalam harga.
Faktor lain, seperti ketidakpastian geopolitik yang berkelanjutan dan imbal hasil obligasi pemerintah AS yang tinggi, kemungkinan akan membatasi koreksi penurunan dolar dari level tertinggi bulanan yang tercetak pada Senin (level tertinggi sejak April 2025), dan pada akhirnya membatasi potensi kenaikan emas.
Di kawasan Timur Tengah, kelompok Houthi di Yaman yang didukung Iran melaporkan operasi militer terhadap target di Arab Saudi. Terdapat pula laporan mengenai rencana serangan Israel ke Iran, yang meningkatkan risiko eskalasi lanjutan.
Memburuknya krisis anggaran di Prancis telah berkontribusi pada koreksi tajam yang berkepanjangan di pasar fixed income negara tersebut, yang turut membantu mempertahankan imbal hasil US Treasury di level tinggi dan menambah tekanan lebih lanjut pada emas. Dengan latar belakang ini, skenario yang paling mungkin bagi emas masih mengarah ke sisi bawah. Namun, pihak bear mungkin akan memilih menunggu sinyal tambahan mengenai niat The Fed sebelum membuka posisi XAU/USD baru dengan harapan dapat melanjutkan penurunan dari puncak bulan Agustus.
Untuk peluang trading yang lebih baik, disarankan menunggu publikasi notulen FOMC pada Rabu. Pidato para anggota FOMC dan berita geopolitik yang relevan juga akan menjadi penggerak utama bagi dolar dan harga emas.
Dengan mempertimbangkan gambaran fundamental di atas, XAU/USD berpotensi menembus batas bawah rentang trading yang terbentuk selama seminggu terakhir.
Dari sudut pandang teknikal, indikator osilator berada di area negatif, mengonfirmasi keunggulan pihak bear di pasar. Support berada di $4.100; resistance di EMA 9 hari dan level psikologis di $4.200.
