Utama Kuotasi Kalendar Forum
flag

FX.co ★ EUR/USD – Analisis Smart Money: Inflasi AS Menambah Tekanan pada Euro

parent
Analisis Forex:::2026-10-14T17:15:37

EUR/USD – Analisis Smart Money: Inflasi AS Menambah Tekanan pada Euro

EUR/USD – Analisis Smart Money: Inflasi AS Menambah Tekanan pada Euro

Pasangan EUR/USD telah melemah selama 25 hari berturut-turut, hanya dengan jeda singkat. Dalam periode ini, euro telah kehilangan 530 poin. Penurunan dimulai lebih dari sebulan yang lalu ketika pasar bersiap untuk menghadapi kenaikan suku bunga FOMC. Sejak saat itu, para pelaku pasar terus membeli dolar AS, menggunakan berbagai perkembangan sebagai justifikasi untuk melanjutkan pembelian. Dalam terminologi trading, pergerakan semacam ini terkait dengan order flow. Pelaku pasar besar biasanya mengakumulasi order dalam suatu rentang harga selama periode tertentu sebelum order-order tersebut mulai dieksekusi. Pada titik itu, arus berita yang berlaku menjadi kurang relevan karena order sudah ditempatkan dan sedang dieksekusi.

Sebagai contoh, minggu lalu, praktis tidak ada alasan kuat bagi trader untuk menjual EUR/USD, selain krisis anggaran Prancis. Meskipun demikian, euro tetap melanjutkan penurunan. Pada awal minggu yang baru, tekanan jual kembali muncul meskipun tidak ada berita penting yang berpotensi menggerakkan pasar. Namun kemarin, Beth Hammack, Presiden Federal Reserve Bank of Cleveland sekaligus anggota FOMC, menyatakan bahwa suku bunga sebaiknya dinaikkan dengan laju yang lebih cepat tanpa jeda. Pernyataan ini memberikan alasan tambahan bagi para trader untuk membeli dolar AS. Hari ini, laporan inflasi terbaru AS dirilis. Inflasi melampaui prediksi, sehingga mendorong kelanjutan penjualan euro. Pihak bull gagal memanfaatkan peluang yang ada, sementara bear terus mendominasi pasar.

Penurunan euro berlanjut tanpa gangguan. Kebijakan moneter yang lebih ketat dari ECB, data ekonomi yang relatif baik dari Uni Eropa, data pasar tenaga kerja AS yang mengecewakan, dan pola teknikal yang bernada bullish gagal membalikkan tren menurun. Dengan imbalance 19 yang kini menjadi tidak valid, euro berpotensi turun menembus level psikologis $1,10. Bekas imbalance 19 yang bersifat bullish kini berubah menjadi inverted imbalance yang bearish, memunculkan sinyal jual. Bull gagal memanfaatkan dua bullish swing dan data pasar tenaga kerja AS yang mengecewakan. Bear melanjutkan pergerakan mereka tanpa menunggu imbalance 24 tersentuh.

Pada bulan September, FOMC tidak hanya menaikkan suku bunga, tetapi juga memberi sinyal kesediaan untuk terus memperketat kebijakan moneter. Hal ini sudah cukup untuk mempertahankan laju penurunan skala besar yang dilakukan bear. Bahkan setelah The Fed memperketat kebijakan moneter pada bulan September, dengan kemungkinan pengetatan selanjutnya pada Oktober atau Desember, tidak tepat untuk menyimpulkan bahwa euro sama sekali tidak menerima berita positif dalam periode ini.

Secara keseluruhan, menurut saya, latar belakang berita secara fundamental masih mendukung bull. Meskipun The Fed mengadopsi sikap kebijakan moneter yang lebih hawkish, ini bukan satu-satunya faktor penentu nilai tukar. Perlu diingat bahwa imbal hasil Treasury AS sedang berada di dekat rekor tertinggi, menekan anggaran federal secara signifikan; perekonomian AS melambat dalam beberapa kuartal terakhir; data pasar tenaga kerja AS lebih sering mengecewakan ketimbang melampaui ekspektasi; Donald Trump kembali memicu rangkaian sengketa dagang dan nondagang dengan banyak negara pada 2026; dan pasar saham AS terus menimbulkan kekhawatiran serius akibat investasi tak terkendali yang dibiayai utang ke perusahaan teknologi yang bergerak di pengembangan AI. Uni Eropa juga menghadapi berbagai masalah, tetapi justru di situlah poin pentingnya: masalah ada di mana-mana, tetapi hanya euro yang terus merosot.

Gambaran teknikal saat ini menunjukkan bahwa momentum bearish masih sangat kuat, dengan sedikit sekali tanda pembalikan. Satu-satunya pola yang relevan saat ini adalah imbalance 24, yang kecil kemungkinan akan segera tersentuh, karena bear tampaknya bahkan tidak membutuhkan jeda. Satu-satunya peluang yang tersisa bagi bull mungkin adalah melakukan liquidity sweep di bawah level terendah 1,1066. Namun, probabilitas skenario ini terwujud sangat rendah.

Berita ekonomi pada hari Rabu didominasi oleh laporan inflasi AS. Laporan tersebut memberi alasan bagi bear untuk melanjutkan tekanan jual, dan peluang ini langsung dimanfaatkan. Inflasi yang tercatat lebih tinggi daripada prediksi meningkatkan kemungkinan bahwa FOMC akan memperketat kebijakan moneter dengan total kumulatif lebih dari 0,25%.

Bull masih memiliki banyak alasan untuk melakukan serangan balik pada 2026. Secara struktural dan global, kebijakan Trump—yang tahun lalu menyebabkan penurunan tajam dolar AS—belum berubah. Saat ini, tidak ada faktor fundamental besar yang benar-benar mendukung dolar AS, terlepas dari sikap hawkish FOMC. Perkembangan geopolitik yang sempat menopang permintaan dolar AS sepanjang sebagian besar paruh pertama 2026 kini tidak lagi memberikan dukungan serupa.

Kalender Ekonomi untuk Amerika Serikat dan Uni Eropa:

  • Uni Eropa – Produksi Industri (09:00 UTC).
  • Amerika Serikat – Indeks Harga Produsen (12:30 UTC).
  • Amerika Serikat – Penjualan Ritel (12:30 UTC).
  • Amerika Serikat – Klaim Awal Tunjangan Pengangguran (12:30 UTC).

Pada 15 Oktober, kalender ekonomi memuat empat rilis data, yang tidak ada satupun dikategorikan penting. Dampak berita ekonomi terhadap sentimen pasar pada hari Kamis kemungkinan terbatas atau bahkan dapat diabaikan.

Prediksi dan Rekomendasi Trading EUR/USD

Menurut saya, pasangan ini masih berada dalam tren bullish jangka panjang yang telah mengalami fase koreksi selama satu tahun penuh. Latar belakang berita berbalik tajam mendukung bear tujuh bulan yang lalu, tetapi tren empat tahunan itu sendiri belum dapat dianggap batal atau berakhir. Bull mungkin melanjutkan pergerakan naik sebelum akhir tahun, tetapi satu-satunya peluang realistis mereka saat ini adalah area sekitar level terendah 1,1066 yang terbentuk pada Juni tahun lalu. Bear telah menerima sinyal jual baru dari imbalance 19. Pada tahap ini, posisi jual yang sudah dibuka sebaiknya tetap dipertahankan. Bear begitu percaya diri dengan posisinya sehingga mereka bahkan tidak membutuhkan harga untuk melakukan rebalancing di dalam imbalance 24. Di sisi lain, bull praktis hanya dapat berharap pada suatu keajaiban.

Analyst InstaForex
Bagikan artikel ini:
parent
loader...
all-was_read__icon
Anda telah menyaksikan semua publikasi
terbaik saat ini.
Kami sudah mencari sesuatu yang menarik untukmu...
all-was_read__star
Baru saja diterbitkan:
loader...
Publikasi lebih baru...