
GBP/USD mulai naik setelah menyapu likuiditas di bawah swing bearish terbaru dan sejak itu telah menguat lebih dari 200 poin. Dalam tiga hari terakhir, pound mencatat kenaikan kuat, yang berpotensi menginvalisasi Imbalance 30 karena area tersebut gagal memicu reaksi meyakinkan. Ini akan menjadi langkah pertama menuju pembentukan tren bullish. Selain itu, kemarin juga terbentuk bullish imbalance pertama dalam waktu yang cukup lama. Ke depannya, area ini akan berperan sebagai zona support dan memberikan sinyal beli. Area ini belum ditandai pada grafik karena bertepatan dengan Imbalance 30. Namun, area tersebut sudah terbentuk.
Ada satu poin penting lainnya. Pembalikan yang menguntungkan pound tidak terjadi setelah rilis data kuat dari Inggris maupun data lemah dari AS. Kenaikan ini justru muncul setelah rilis tiga laporan inflasi AS yang kuat, yang seharusnya menguntungkan dolar dan dengan mudah dapat kembali mendukung kubu bear. Dengan demikian, kami kembali melihat bahwa para pelaku pasar merespons latar belakang berita dengan cara yang cukup tidak biasa. Sebuah laporan yang positif bagi dolar dapat memicu kenaikan maupun penurunan. Ketiadaan berita sama sekali dapat mendorong serangan bearish bahkan ketika tidak ada alasan jelas untuk itu. Reversal kunci tidak terjadi setelah peristiwa besar, melainkan setelah liquidity sweep.
Perlu diingat, para pelaku pasar memperkirakan bahwa Bank of England akan memperketat kebijakan moneter sebanyak dua hingga tiga kali, sementara Federal Reserve diperkirakan hanya akan melakukannya satu kali atau, paling banyak, dua kali. Dot plot juga mengindikasikan satu kali pengetatan kebijakan, sementara risalah FOMC terbaru menegaskan bahwa sebagian besar pejabat bank sentral memperkirakan hanya satu kenaikan suku bunga sebesar 0,25 poin persentase. Tentu saja, prospek untuk tahun 2027 masih belum pasti, tetapi ini konsensus proyeksi saat ini yang sudah tertimbang dengan ekspektasi pasar. Akibatnya, Bank of England pada akhirnya mungkin menaikkan suku bunga lebih agresif dibandingkan The Fed dalam beberapa bulan mendatang, yang jelas tidak akan mendukung kelanjutan penguatan mata uang AS.
Seandainya The Fed tidak memutuskan untuk menaikkan suku bunga pada bulan September dan tidak memberi sinyal kesiapan untuk terus memperketat kebijakan moneter, pelemahan dolar AS sudah akan diantisipasi sejak sebulan lalu. Ekspektasi itu tetap berlaku hingga sekarang. Pasangan ini sudah berbalik menguntungkan pound, dan langkah yang tersisa adalah terbentuknya pola-pola bullish baru yang memungkinkan kubu pembeli membuka posisi long. Dalam jangka panjang, prospek pound tetap bullish.
Apakah kubu bear masih mempunyai prospek lanjutan? Menurut pandangan saya, tidak banyak. Dalam satu setengah hingga dua bulan terakhir, kubu bear tampaknya telah mencapai sesuatu yang hampir mustahil, yaitu mendorong dolar ke level yang sangat tinggi jika dibandingkan dengan standar beberapa bulan terakhir. Perlu diingat, pasar memang sempat memiliki alasan untuk membeli dolar, tetapi pada saat yang sama juga ada alasan bagi penguatan pound yang diabaikan begitu saja oleh para trader. Pembalikan atas pergerakan sebelumnya kini berpeluang dimulai, dan pergerakan baru ini mungkin jauh lebih selaras dengan kondisi fundamental dibandingkan penurunan yang mendahuluinya.
Pada hari Selasa, latar belakang berita ekonomi mendukung kubu pembeli, karena tingkat pengangguran Inggris turun dari 4,9% menjadi 4,7%. Laporan Inggris lainnya kurang memiliki bobot di mata pelaku pasar setelah rilis data pengangguran. Namun, pound mungkin dengan mudah berada di bawah tekanan jual besok jika Indeks Harga Konsumen dirilis di bawah ekspektasi. Pelaku pasar memperkirakan inflasi utama setidaknya sebesar 3,4% year-on-year dan inflasi inti 2,7%. Bank of England kemungkinan besar akan mulai menaikkan suku bunga pada pertemuan berikutnya apa pun yang terjadi, tetapi semakin rendah inflasi, semakin sedikit jumlah putaran pengetatan kebijakan moneter yang mungkin ditempuh oleh otoritas moneter Inggris.
Secara keseluruhan, latar belakang berita masih mengarah pada satu skenario wajar untuk jangka panjang: penurunan nilai dolar AS. Perang antara Iran dan Amerika Serikat tidak mengubah pandangan ini. Ketegangan geopolitik memang sempat mendorong pasar untuk menilai ulang status dolar sebagai aset safe haven selama beberapa bulan, tetapi konflik tersebut kini sudah melewati fase paling akut. Arah kebijakan moneter FOMC ke depan tetap belum pasti, dan pasar masih terus mengantisipasi kebijakan lebih ketat, yang menjadi alasan utama optimisme kubu bear dolar. Namun, para trader masih belum sepenuhnya memperhitungkan prospek pengetatan kebijakan moneter oleh Bank of England, seperti yang tercermin dalam beberapa pidato terbaru anggota Komite Kebijakan Moneter (MPC). Inflasi di Inggris meningkat, seperti di banyak negara lain di dunia, sehingga Bank of England praktis tidak mempunyai banyak pilihan selain ikut menaikkan suku bunga.
Kalender Ekonomi AS dan Inggris
- Inggris — Indeks Harga Konsumen (06:00 UTC).
Pada 21 Oktober, kalender ekonomi hanya memuat satu peristiwa, tetapi bersifat penting. Latar belakang berita ekonomi bisa memengaruhi sentimen pasar pada hari Rabu, terutama sepanjang paruh pertama sesi.
Prediksi dan Saran Trading GBP/USD
Prospek jangka panjang untuk pound tetap bullish. Dalam beberapa minggu terakhir, kubu bear memang menguasai pasar, tetapi rentang trading yang lebih luas tampak jelas pada grafik harian. Liquidity sweep di bawah swing low yang terbentuk pada 1 Mei memicu penurunan baru di dalam rentang horizontal, sementara sinyal jual di dalam Inverted Imbalance 27 memungkinkan kelanjutan penurunan tersebut.
Namun, likuiditas telah tersapu di bawah level terendah bulan Juni, sehingga memberi peluang bagus bagi kubu pembeli untuk kembali mengambil kendali. Bearish imbalance mungkin sepenuhnya terinvalisasi paling cepat hari ini, yang akan menandai langkah pertama menuju pembentukan tren bullish. Oleh karena itu, trader disarankan untuk menunggu terbentuknya pola dan sinyal bullish yang dapat membantu pound kembali menuju level tertinggi bulan Agustus.