Untuk waktu yang lama, ekspektasi terhadap laba korporasi yang kuat membantu S&P 500 bertahan menghadapi berbagai tekanan besar seperti gejolak geopolitik, pengetatan kebijakan moneter The Fed, dan reli imbal hasil Treasury. Bukan hal sepele—Wall Street memperkirakan kenaikan laba sebesar 30% pada kuartal ketiga! Namun, jika ditelaah lebih dalam, gambaran untuk saham ternyata tidak secerah itu.
Sekitar 34% dari total laba yang diharapkan di S&P 500 berasal hanya dari dua perusahaan—NVIDIA dan Micron. Hanya sepuluh emiten, termasuk Broadcom dan Meta Platforms, yang menyumbang dua pertiga laba yang diproyeksikan. Porsi yang signifikan juga terkait dengan raksasa minyak dan gas yang akan diuntungkan oleh kenaikan harga energi akibat konflik di Timur Tengah. Konsentrasi yang begitu tinggi dapat memicu efek domino: ketika satu keping jatuh, seluruh pasar bisa terdampak.
Dinamika indeks saham

Para investor khawatir bahwa belanja infrastruktur AI semakin banyak dibiayai dengan uang pinjaman. Dengan lonjakan imbal hasil Treasury dan korporasi, biaya yang ditanggung perusahaan terus menggelembung. Semakin sulit bagi mereka untuk menghasilkan laba yang cukup untuk membenarkan pengeluaran ini. Jika mereka gagal memenuhi ekspektasi, terdapat risiko signifikan berlanjutnya penurunan di S&P 500.
Manajer aset sedang melakukan diversifikasi portofolio ke sektor-sektor lain. Hal ini telah menyebabkan rentetan penurunan berkepanjangan pada Philadelphia Semiconductor Index, yang semakin memberikan tekanan pada pasar.
Dinamika Philadelphia Semiconductor Index

Jadi, musim laporan keuangan saat ini bukan dipandang sebagai kesempatan membeli saham dengan bertumpu pada prospek yang lebih cerah, melainkan sebagai momen untuk memastikan bahwa emiten S&P 500 berada dalam kondisi yang sehat. Pada kenyataannya, hampir tidak ada kabar korporasi yang benar-benar positif. Yang penting bagi para investor adalah bagaimana perusahaan menilai prospek mereka sendiri, dan sinyal kekhawatiran sekecil apa pun bisa menjadi pemicu aksi jual—terutama jika menyangkut raksasa seperti Microsoft, Alphabet, dan Amazon. Laporan keuangan kuartal ketiga mereka, bersama dengan banyaknya pertemuan bank sentral, mengisyaratkan satu lagi pekan yang tegang dan sarat peristiwa bagi indeks saham secara luas.

Jika bantalan keamanan dari big tech tidak lagi bekerja seefektif sebelumnya, S&P 500 menjadi sangat rentan terhadap retorika hawkish The Fed. Pasar futures tidak mengharapkan kenaikan suku bunga acuan pada akhir Oktober, tetapi isyarat kelanjutan siklus pada Desember dapat menekan indeks luas tersebut. Bank of America memperkirakan selera risiko yang rendah akan bertahan hingga Desember, sebagian karena cara pasar mempreisikan hasil pemilihan pendahuluan.
Secara teknikal, S&P 500 sedang melanjutkan koreksi dalam tren turun pada grafik harian. Strategi jual selama harga berada di bawah nilai wajar telah memungkinkan peningkatan posisi jual. Penembusan support di 7.610 akan menjadi alasan untuk meningkatkan tekanan jual.