
Pasangan GBP/USD juga diperdagangkan melemah pada hari Rabu, namun situasi untuk sterling sama sekali berbeda.Gambaran teknikal untuk pound secara mendasar berbeda dengan euro, dan kami menilai faktor teknikal saat ini adalah pendukung utama sterling.
Kami berulang kali menyoroti keberadaan dua channel sideways pada time frame harian dan mingguan. Dua minggu lalu, harga turun hingga ke batas bawah kedua kanal tersebut, memantul dari sana dan menyapu likuiditas di level terendah sebelumnya, sehingga membentuk deviasi. Sejak titik itu, pelaku pasar secara wajar bisa mengantisipasi kenaikan setidaknya menuju batas atas channel sideways harian. Batas tersebut berada di dekat 1,3650. Dalam dua bulan terakhir, pergerakan harga juga selaras dengan gambaran teknikal. Pound sebenarnya hanya turun dari area atas flat harian ke area bawahnya. Sterling tidak jatuh seperti batu—pola flat menjelaskan mengapa pasar tampak merespons banyak peristiwa fundamental dan makro secara seolah-olah tidak logis. Dalam kondisi flat, pergerakan harga sering kali tampak tidak koheren karena pasar sedang mengakumulasi atau mendistribusikan ulang posisi.
Dari sini dapat ditarik beberapa kesimpulan. Pertama, terlepas dari latar fundamental atau makro, sterling masih bisa melanjutkan kenaikan. Kedua, sampai harga keluar dari flat harian, kita belum bisa membicarakan tren turun jangka panjang. Ketiga, apa yang ditunjukkan dolar pada 2026 bahkan belum dapat disebut kenaikan yang berarti terhadap pound, melainkan hanya koreksi biasa di dalam channel sideways yang terlihat pada time frame yang lebih tinggi.
Dolar tetap lemah karena kebijakan Donald Trump yang, menurut pandangan kami, merugikan Amerika Serikat di banyak bidang. Posisi Amerika—termasuk reputasinya sebagai kekuatan militer utama dunia—tercoreng setelah "perang dua minggu" dengan Iran. Perang dagang dan tindakan yang secara terang-terangan agresif terhadap banyak negara telah mengikis kepemimpinan global AS. Jika dulu dunia berupaya menjalin persahabatan, trading, dan berkembang bersama Amerika, kini negara-negara seperti Kanada justru lebih menaruh harapan pada Uni Eropa dan Tiongkok ketimbang pada AS—mitra lama yang selama ini menjalin hubungan bersahabat. Bahkan Partai Republik mengkritik setengah dari keputusan presiden AS, dan sebagian keputusan itu digugat sampai ke Mahkamah Agung. AS pada praktiknya telah menjadi semacam tempat kediktatoran di mana satu orang begitu dominan dan pandangan Kongres nyaris tak diperhitungkan. Hal ini menimbulkan pertanyaan kenapa Trump tidak sekalian saja membubarkan Kongres lewat dekrit jika memang lembaga tersebut dianggap tidak memengaruhi keputusannya.
Tahun 2026 merupakan tahun korektif, meskipun pada awal tahun kami memperkirakan GBP/USD akan lanjut menguat. Seandainya tidak ada konflik Trump dengan Iran—yang bisa berlanjut hingga 2027—pound kemungkinan besar sudah jauh di atas 1,4000. Kini target tersebut tampaknya bergeser ke 2027. Dolar mungkin mendapatkan dukungan dari pengetatan kebijakan Federal Reserve, tetapi kami memperkirakan The Fed akan beralih menuju pelonggaran tahun depan. Saat itu terjadi, dolar akan menghadapi lingkungan yang jauh lebih menantang.

Rata-rata volatilitas pasangan GBP/USD selama 5 hari trading terakhir adalah 53 pip. Untuk pasangan pound/dolar, nilai ini dianggap "rendah". Karena itu, pada Kamis, 29 Oktober, kami memperkirakan pergerakan dalam kisaran yang dibatasi oleh 1,3259 dan 1,3365. Saluran regresi linear yang lebih tinggi kembali berbalik turun. CCI dua kali memasuki area oversold dan membentuk diivergensi bullish, yang mengindikasikan potensi kejenuhan tren turun.
Level support terdekat:
S1 – 1,3306
S2 – 1,3245
S3 – 1,3187
Level resistance terdekat:
R1 – 1,3367
R2 – 1.3428
R3 – 1,3489
Rekomendasi trading:
Pasangan GBP/USD telah memulai tren naik yang bisa menjadi awal dari pergerakan jangka panjang. Kebijakan Donald Trump akan terus memberikan tekanan pada perekonomian AS, sehingga kami tidak memperkirakan penguatan dolar yang berkelanjutan dalam jangka panjang. Sejauh ini di tahun 2026, faktor geopolitik dan inflasi justru mendukung dolar, mendorong aliran modal ke aset safe haven dan membuat The Fed kembali melanjutkan pengetatan. Namun, pada timeframe mingguan, harga masih bergerak sideways di antara 1,3150 dan 1,3780 di dalam tren naik empat tahunan, yang mendukung ekspektasi kenaikan sterling dalam jangka menengah. Posisi beli dengan target 1,3428 dan 1,3489 dapat dipertimbangkan selama harga berada di atas moving average. Ketika harga berada di bawah moving average, Anda dapat mempertimbangkan posisi jual dengan target 1,3259 dan 1,3245.
Penjelasan untuk ilustrasi:
- Saluan regresi linear membantu menentukan tren saat ini. Jika keduanya menuju ke arah yang sama, tren saat ini tergolong kuat.
- Garis moving average (pengaturan 20,0, diperhalus) mendefinisikan kecenderungan jangka pendek dan arah yang sebaiknya diikuti dalam trading saat ini.
- Level Murray adalah level target untuk pergerakan dan koreksi.
- Level volatilitas (garis merah) menunjukkan kemungkinan channel harga tempat pasangan ini akan bergerak dalam 24 jam ke depan, berdasarkan indikator volatilitas saat ini.
- Indikator CCI — ketika memasuki area oversold (di bawah -250) atau area overbought (di atas +250) — memberi sinyal akan terjadinya pembalikan tren dalam arah yang berlawanan.