Global macro overview for 13/07/2017:
Sepanjang pidato terbarunya di hadapan Kongres AS, Chairperson Federal Reserve Janet Yellen tidak menyatakan sikap yang cukup hawkish untuk menggerakkan dolar AS ke arah kenaikan. Yellen tidak mengatakan hal-hal yang luar biasa dan sudut pandangnya yang dovish yang ia pertahankan sejak rapat FOMC bulan Juni kembali ditegaskan. Fokus utama pidato Yellen adalah mengenai inflasi yang menurutnya berada di bawah target dan baru-baru ini turun, sehingga perkembangan inflasi ke depannya masih belum pasti. Ketidakpastian ini memukul Dolar AS dengan kuat, karena dolar adalah bagian dari keraguan para anggota Fed untuk menaikkan suku bunga yang ketiga kalinya sebelum akhir tahun ini. Pada Selasa, kita mendengar komentar dari Brainard dan Harker bahwa akan lebih mudah untuk konsensus FOMC untuk memulai proses menurunkan neraca keuangan di September. Masih ada ketidakpastian dan keraguan lainnya terkait kenaikan suku bunga di Desember. menurut FedWatch tool dari CME Group, peluang kenaikan suku bunagd i September sebesar 8,1% dan peluang kenaikan suku bunga di Desember turun dari 70% ke 47%.
Hari ini adalah hari kedua testimoni Janet Yellen di hadapan Kongres AS dan dua anggota voting FOMC lainnya yaitu, Charles Evans dan Lael Brainard akan menyampaikan komentar mereka terkait kebijakan moneter. Tanpa pernyataan yang hawkish, tidak ada alasan untuk mengharapkan kenaikan USD hari ini khususnya saat yield obligasi AS tidak naik setelah turun di hari Rabu.
Kini, mari lihat gambaran teknikal Dolar AS pada timeframe H4. Meski kondisi pasar oversold, bulls tidak mampu melewati di atas resistance teknikal di level 95,91. Masih ada kesempatan untuk terbentuknya pola Double Bottom, namun jika harga melewati di bawah 95,47 maka kesempatan ini akan kandas.
