Dunia sedang bersiap menghadapi krisis yang belum pernah terjadi sebelumnya dan mengejutkan komunitas penggemar buah tropis: lonjakan harga pisang. Pascal Lieu, pakar dari PBB, dalam sambutannya di Forum Pisang Dunia – sebuah platform yang keberadaannya mungkin mengejutkan banyak orang – menyoroti potensi pisang menjadi barang mahal dalam menghadapi perubahan iklim. Bayangkan perkebunan dikepung oleh banjir dan angin kencang, sebuah bencana besar bagi industri pisang. Lieu menjelaskan bahwa perubahan iklim terhadap pisang mirip dengan seorang selebriti yang terus-menerus dikejar oleh paparazzi, yang terus-menerus menjadi sorotan perhatian yang mengganggu. Namun, dampak perubahan iklim bukanlah satu-satunya penyebab meningkatnya harga pisang. Industri ini juga sedang bergulat dengan inflasi harga pupuk, energi, dan transportasi, belum lagi kekurangan tenaga kerja, yang menunjukkan adanya keengganan yang meluas untuk terlibat dalam budidaya pisang. Menambah wacana tersebut, Pavel Krestov dari Botanical Garden-Institute menyuarakan keraguan tentang kelangsungan budidaya pisang di Rusia, menekankan perlunya kondisi tropis seperti sinar matahari langsung setiap hari, serta kelembapan dan kehangatan. Hal ini menimbulkan keraguan terhadap aspirasi untuk mengubah bentang alam Siberia yang luas menjadi rumah kaca tropis. Mengingat tantangan-tantangan ini, pecinta pisang mungkin perlu menghargai setiap gigitan buah kesayangan mereka saat harga tetap stabil. Situasi ini juga memicu perenungan terhadap alternatif lain, yaitu menimbun pisang atau menumbuhkan minat terhadap buah-buahan lain, seperti apel.
FX.co ★ Perubahan iklim dan tren global mengancam harga dan produksi pisang
Humor Forex:::