Dunia keuangan, yang biasanya dikuasai oleh kalkulasi dan grafik, kini dipenuhi dengan harapan akan keajaiban, seperti pada malam Natal. Oleh karena itu, BlackRock, bersama investor lainnya, memutuskan untuk mengalihkan fokus mereka ke aset Jepang tanpa menunggu Bank of Japan menaikkan suku bunga dari level nol.
Organisasi keuangan ini mulai membeli saham perusahaan-perusahaan Jepang seakan-akan itu adalah salinan terakhir dari edisi langka sebuah buku. Selain itu, mereka mulai bertaruh pada obligasi pemerintah dan berinvestasi pada yen, mengantisipasi lonjakan yang semakin dekat.
Terlebih lagi, serikat pekerja Jepang melaporkan kenaikan upah yang spektakuler, menjadikan situasi ini semakin menarik bagi investor. Bank of Japan, yang tidak mau diam saja, memberikan petunjuk tentang kenaikan suku bunga dari -0,1% menjadi 0,25% pada akhir tahun 2024. Dengan latar belakang ini, imbal hasil obligasi pemerintah melonjak, sementara yen yang lemah mendorong eksportir.
RBC BlueBay Asset Management termasuk yang pertama menyadari perubahan yang akan datang dan bertaruh pada obligasi pemerintah sepuluh tahun. Abrdn plc dan Robeco juga segera menyadari bahwa mereka bisa mendapatkan keuntungan dari yen.
BlackRock, seperti seorang mentor yang bijaksana, mengantisipasi kenaikan suku bunga secara bertahap, sehingga mendukung ekuitas. Hal ini mengingatkan kita bahwa dalam dunia keuangan, terkadang ada peristiwa yang penuh dengan ekspektasi dan harapan.
Dengan latar belakang ini, para investor memilih aset yang paling menguntungkan dan teraman dalam upaya memperoleh pendapatan besar.
Jika Bank of Japan terus mempromosikan gagasan kenaikan suku bunga di tengah pembangunan ekonomi yang berkelanjutan, para pemberi pinjaman mungkin akan memperoleh kesuksesan.
FX.co ★ BlackRock memprediksi saham-saham Jepang akan mencapai level tertinggi sepanjang masa
Humor Forex:::