Pada tahun 2023, Amerika Serikat menyaksikan peristiwa luar biasa yang sekali lagi menyoroti antusiasme yang tak terbatas. Ekspor minyak AS melonjak ke level tertinggi baru, mencapai angka fantastis 4,1 juta barel per hari. Ini merupakan peningkatan 13% (atau 482.000 barel) dari rekor sebelumnya yang dicapai pada tahun sebelumnya. Faktor signifikan yang berkontribusi pada kenaikan ini adalah peningkatan produksi minyak sebesar 9% menjadi 12,9 juta barel per hari, mencerminkan peningkatan produksi secara nasional. Dengan menelaah importir utama minyak ini, diketahui bahwa Belanda menduduki peringkat pertama dengan peningkatan signifikan sebesar 82% menjadi 652.000 barel per hari dalam impor mereka. Setelah itu, disusul oleh Tiongkok dan Korea Selatan yang juga mengalami pertumbuhan impor minyak yang signifikan, masing-masing sebesar 50% dan tingkat yang tidak ditentukan. Dalam skala yang lebih luas, prospek ini menghadirkan tantangan. Badan Energi Internasional memperkirakan potensi terjadinya penurunan produksi minyak harian sebesar 870.000 barel pada kuartal pertama tahun 2024. Proyeksi penurunan ini dapat disebabkan oleh faktor-faktor seperti kondisi cuaca buruk dan peraturan baru dari negara-negara OPEC+ yang menunjukkan bahwa pendekatan bijaksana terhadap konsumsi minyak mungkin menjadi makin penting.