Pada Q1 2014 yang mulai di 1 April, utang negara Jepang naik 14 triliun yen atau $137 miliar. Menurut estimasi sekilas Kementerian Keuangan Jepang, jumlah utang dapat naik hingga 1,143 triliun yen atau $11,2 triliun di 31 Maret 2015 (atau di akhir tahun fiskal Jepang). Saat ini, utang publik melampaui nilai PDB sebanyak tiga kali lipat. Dengan begitu, Negeri Matahari Terbit ini memiliki utang nasional terbesar di antara negara-negara G7.
Para analis mengkhawatirkan obligasi jangka panjang Jepang menjadi tidak menarik bagi para investor ditengah-tengah utang publik yang naik pesat. Bahkan, kurangnya minat para pelaku pasar akan obligasi Jepang dapat meningkatkan imbal hasil obligasi pemerintah yang pada akhirnya akan menyebabkan kenaikan suku bunga. Hal tersebut dapat menambah situasi deflasi. Sementara itu, Bank of Japan fokus untuk menghadang permasalahan deflasi.