Awal musim semi ternyata menguntungkan bagi bank-bank sentral global. Pada bulan Maret, mereka meningkatkan cadangan emas mereka berkali-kali lipat, mencapai 15,7 ton.
Aktivitas ini dapat dianggap sebagai upaya untuk meminimalkan risiko yang mungkin terjadi. Masa depan sistem keuangan global hampir tidak dapat diprediksi, sementara emas memungkinkan bank sentral untuk menjadi lebih tangguh.
Menurut World Gold Council (WGC), pada bulan Maret 2024, regulator global meningkatkan cadangan emas sebesar 15,7 ton. Perkiraan awal menunjukkan bahwa bank sentral membeli 40,4 ton logam mulia dan menjual 24,7 ton. Pada bulan Maret, Uzbekistan menjual 10,9 ton emas, lebih banyak dari negara lain. Sementara itu, di antara pembeli terbesar adalah negara-negara seperti Turki (14,1 ton), India (5,1 ton), dan Tiongkok (5 ton). Rusia (3,1 ton) juga termasuk di antara para pembeli terbesar.
Pembelian logam mulia besar-besaran ini menyebabkan kenaikan harga emas yang berkepanjangan. Dengan latar belakang ini, aset ini memperbarui level tertingginya sepanjang masa. Aktivitas pembelian yang tinggi dapat dijelaskan oleh ketidakpastian dan lonjakan inflasi.
Sebelumnya, dilaporkan bahwa pembeli utama emas Rusia adalah Uni Emirat Arab, Turki, dan Tiongkok. Negara-negara ini membeli logam mulia dari Rusia meskipun terdapat sanksi yang dijatuhkan oleh AS dan negara-negara Barat. Pada tahun 2023, Rusia menjadi salah satu dari enam pemasok logam mulia teratas ke Swiss yang bergabung dengan langkah-langkah pembatasan anti-Rusia.