Dalam upaya diversifikasi dari aset-aset Amerika, otoritas Tiongkok memutuskan untuk melepas kepemilikan obligasi Treasury AS yang sangat besar. Menurut Bloomberg, Tiongkok menjual Treasury dan obligasi lembaga senilai $53,3 miliar pada kuartal pertama tahun 2024.
Negara Asia itu tidak sendirian dalam upaya ini. Belgia, yang sering dipandang sebagai penjaga kepemilikan Tiongkok, juga melepas US$22 miliar Treasury dalam tiga bulan pertama tahun ini.
Sebelumnya, pemerintah Tiongkok menyatakan rencana mendiversifikasi kepemilikan cadangannya dari aset-aset dalam mata uang dolar. Menurut para analis, Tiongkok mungkin mempercepat upaya untuk menjual sekuritas Amerika karena kekhawatiran perdagangan kembali muncul.
Ketegangan antara dua negara dengan perekonomian terbesar di dunia itu semakin meningkat. Perdamaian yang rapuh antara Washington dan Beijing berada dalam bahaya. Kebijakan Presiden AS Joe Biden saat ini, khususnya kenaikan tarif yang tajam terhadap berbagai impor Tiongkok, dapat memicu konflik baru. Bahkan, presiden yang baru terpilih pun mungkin tidak akan bisa menaklukkan situasi, demikian asumsi para ahli. Lagi pula, miliarder Donald Trump, saingan utama Biden dalam pemilihan presiden mendatang, juga telah berjanji untuk mengenakan tarif sebesar 60% pada produk-produk Tiongkok.