Nvidia, produsen terdepan chip AI inovatif, menerima pukulan tak terduga dari otoritas China. Untuk tujuan proteksi, China memutuskan untuk mendukung produsen-produsen domestiknya dengan mendorong sejumlah perusahaan lokal membeli chip buatan Huawei.
Alhasil, Nvidia terpaksa meninjau ulang strategi penetapan harga jual mereka, dengan memangkas harga chip AI yang paling canggih yang dirancang khusus untuk pasar China.
Pada akhir 2023, Nvidia memperkenalkan tiga chip AI yang dirancang khusus untuk China, merespon sanksi AS pada ekspor semikonduktor canggih ke negara itu, termasuk chip H20. Chip ini dinilai sebagai produk Nvidia paling kuat yang tersedia di China. Namun, pasokannya yang berlimpah menyebabkan penurunan tajam dalam permintaan. Akibatnya, chip H20 kini dijual dengan potongan harga lebih dari 10% kepada Ascend 910B, yang merupakan produksi rival Nvidia, Huawei.
Sementara itu, Huawei yang bermarkas di China berencana untuk meningkatkan pengiriman chip Ascend 910B pada 2024. Hal ini meningkatkan kekhawatiran mengenai kehadiran Nvidia selanjutnya di pasar China. Sanksi dari AS dan persaingan ketat dari perusahaan-perusahaan China semakin memperparah keadaan. Tekanan persaingan yang semakin tinggi di negara Asia itu menjadi peringatan bagi para investor Nvidia, yang sahamnya melonjak setelah estimasi pendapatan yang positif baru-baru ini.