Utama Kuotasi Kalendar Forum
flag

FX.co ★ Sanksi Barat dapat menghambat perkembangan mata uang China di Rusia

back back next
Humor Forex:::2024-07-15T13:07:07

Sanksi Barat dapat menghambat perkembangan mata uang China di Rusia

Hal-hal luar biasa sedang terjadi dalam perekonomian Rusia. Di antaranya adalah meluasnya penggunaan mata uang China. Namun, beberapa ahli percaya bahwa penyebaran yuan dalam perekonomian Rusia, yang dipicu oleh perselisihan dengan Barat, telah mencapai puncaknya. Negara-negara yang melakukan bisnis dengan Rusia makin mendapat tekanan dari Amerika Serikat. Belum lama ini, Washington memperingatkan bank-bank untuk tidak membantu Moskow. Ini memperumit beberapa transaksi. Namun, situasi terkini belum memengaruhi peran mata uang China dalam perekonomian Rusia. Selain itu, penggunaan yuan dalam ruang perekonomian Rusia meningkat drastis.

Kesenjangan dalam suku bunga pinjaman overnight dalam yuan antara Rusia dan China melebar tajam setelah komentar dari Menteri Keuangan AS Janet Yellen. Pada Desember 2023, Yellen menyatakan bahwa Gedung Putih akan mengambil tindakan tegas terhadap sejumlah institusi keuangan Rusia. Sejak itu, kesenjangan ini terus hadir dan bank-bank negara China memperketat aturan untuk memberikan pinjaman pada klien-klien dari Rusia.

Selama dua tahun terakhir, Rusia melewati Jerman, Australia dan Vietnam dalam volume perdagangan dengan China, yang meningkat hingga 60% dan mencapai $240 miliar pada 2023. China diuntungkan dari diskon pembelian minyak Rusia dan komoditas lainnya, sementara Rusia memperoleh akses ke berbagai produk konsumen dan teknologi tinggi.

Saat ini, Beijing adalah mitra dagang utama Moskow. Dalam situasi saat ini, yuan mencakup sekitar 49% dari pembayaran ekspor dan impor Rusia, serta lebih dari 50% omset di pasar valuta asing Rusia. Menurut para analis Bloomberg, skala 'yuaninasi' Rusia mengesankan. Proses ini dimulai hampir dari nol pada permulaan tahun 2022 dan sejak itu, makin meraih momentum.

Bloomberg Economics mengestimasi bahwa pangsa perdagangan China yang diselesaikan dalam yuan melonjak pada kuartal pertama 2024, dengan Rusia menyumbang 29% pertumbuhan sejak 2021. Terlebih, Moskow dan Beijing menjalankan hampir semua perdagangan mereka dalam yuan dan ekspor Rusia dalam yuan melebihi penjualannya ke China.

Namun, dengan kekhawatiran akan dijatuhi sanksi sekunder yang mengerikan dari AS, beberapa bank besar AS menghentikan penerimaan yuan dari Rusia. Menurut para analis, ini berimbas negatif pada yuan. Isu ini kemudian diatasi dengan bantuan beberapa bank kecil yang dapat membantu memproses pembayaran.

“Penggunaan yuan mencapai puncak tertentu dan levelnya bergantung, pertama-tama, pada seberapa besar Rusia akan berdagang dengan China," Alexander Gabuev, direktur Carnegie Russia Eurasia Center, mengatakan. “Selain itu, banyak yang akan bergantung pada seberapa luas penyebaran yuan nantinya sebagai mata uang untuk berdagang dengan negara-negara lainnya, ia menambahkan.

Pada awal tahun ini, mata uang China mengambil alih posisi mata uang Amerika dari segi deposito dalam bank-bank Amerika. Menurut para ahli, yuan telah menjadi mata uang asing utama untuk dijadikan simpanan di Rusia. Pada tahun 2023, volume deposito yuan berlipat ganda dan mencapai $68,7 miliar. Angka ini beberapa kali lebih tinggi dibandingkan indikator yang sama dalam ekonomi-ekonomi terkemuka di luar negeri yang meggunakan yuan, seperti Inggris dan Singapura.

Bagikan artikel ini:
back back next
loader...
all-was_read__icon
Anda telah menyaksikan semua publikasi
terbaik saat ini.
Kami sudah mencari sesuatu yang menarik untukmu...
all-was_read__star
Baru saja diterbitkan:
loader...
Publikasi lebih baru...