Menurut ahli strategi mata uang di JPMorgan, pertanyaan mengenai siapa yang akan mendominasi pasar keuangan, perusahaan zona euro atau Amerika Serikat, masih belum terjawab. Meskipun ada minat yang kuat, para ahli memperingatkan agar tidak terlalu dini memilih pasar ekuitas Eropa dibandingkan pasar Amerika.
Bank tersebut memperingatkan terhadap euforia berlebihan terhadap pasar saham UE, meskipun indeks SX5E zona euro mencapai puncaknya pada bulan Maret tahun ini. Indeks S&P 500 juga menunjukkan kinerja yang kuat, terutama didorong oleh tujuh saham teknologi berkapitalisasi besar. Namun, indeks SPW dengan bobot yang sama hanya naik 6%.
“Ada kemungkinan bahwa divergensi akan mencapai puncaknya, namun hal itu bisa terjadi karena para pemenang mengulur waktu dan bukan karena para pemenangnya menguat,” jelas JPMorgan. Menurut para analis, nilai tertinggi SPW dan SX5E bertepatan dengan dimulainya memburuknya pertumbuhan ekonomi dan kondisi politik.
Meskipun aktivitas ekonomi sedikit melambat, ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga Fed telah meningkat sejak bulan Maret. JPMorgan mengantisipasi bahwa kondisi ekonomi dan politik yang menantang akan terus berlanjut dalam jangka waktu yang lama.
Para ahli di JPMorgan berpendapat bahwa potensi penurunan suku bunga oleh Federal Reserve, yang diperkirakan akan dimulai pada bulan September, kemungkinan besar mencerminkan pasar tenaga kerja yang lebih lemah daripada hanya mengurangi inflasi. Menurut bank itu, pergeseran dari penurunan suku bunga preemptif ke reaktif dapat memperlambat respons regulator terhadap perubahan ekonomi.
Selain itu, perlambatan pertumbuhan ekonomi dapat berdampak pada pendapatan perusahaan pada paruh kedua tahun 2024. Pada kuartal ketiga dan keempat, JPMorgan memperkirakan pertumbuhan laba per saham tahunan yang kuat (13%-15%).
Manajemen bank lebih memilih berinvestasi pada sektor-sektor ekonomi yang sedang berkembang dan tetap mempertahankan pandangan positif pada sektor-sektor yang defensif, khususnya utilitas dan real estate. Meskipun JPMorgan melihat adanya potensi di kawasan euro, mereka yakin masih terlalu dini untuk memilih saham zona euro dibandingkan saham AS. Para ahli memperkirakan skenario yang menguntungkan bagi pasar Eropa pada paruh kedua tahun ini, asalkan faktor-faktor seperti stabilitas politik di Perancis dan tidak adanya dampak negatif pada perekonomian AS dan dolar sejalan.