Para pakar mencoba untuk memperkirakan risiko yang dapat ditimbulkan oleh kepresidenan Trump bagi perekonomian Tiongkok. Ini adalah isu yang ramai dibahas karena Tiongkok berkontribusi besar terhadap perekonomian global. Para analis di ANZ juga mencari tahu dan menemukan banyak hal yang mengejutkan!
Kekhawatiran tentang kemungkinan besar terpilihnya Donald Trump sebagai presiden AS telah mengguncang pasar Asia. Tiongkok, khususnya, khawatir dengan prediksi ini. Dengan hal ini, para pakar berspekulasi tentang risiko dan menilai hambatan baru yang dapat muncul dari kebijakan proteksionis Trump.
Jika Partai Republik menang, salah satu langkah pertamanya adalah menaikkan tarif impor Tiongkok. Menurut ANZ, hal ini tidak akan memberikan pukulan serius bagi pasar Asia. Miliarder eksentrik itu tertarik untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi AS, jadi dia tidak akan melakukan tindakan radikal. Pemotongan pajak dan peralihan dari peraturan yang ketat diperkirakan akan berdampak bagus pada perekonomian Amerika, menurut prediksi para pakar ANZ.
Namun, para analis menduga bahwa di bawah pemerintahan Donald Trump, kebijakan proteksionis AS dapat menyebar ke ekonomi lain. Tiongkok harus menghadapi aturan perdagangan yang lebih ketat. Hal ini berdampak buruk bagi perekonomian Tiongkok karena pemerintah Tiongkok sudah berjuang menghadapi tingkat pertumbuhan yang melambat.
"Ketergantungan Tiongkok saat ini pada manufaktur dan ekspor yang mendorong pertumbuhan PDB menunjukkan bahwa tarif apa pun akan menjadi harga tinggi yang harus dibayar negara tersebut," jelas ANZ.
Partai Republik juga dapat meningkatkan tekanan perdagangan terhadap Beijing dengan mencabut statusnya sebagai negara yang paling disukai. "Hal ini akan semakin mengisolasi Tiongkok dari perekonomian AS dan membebani pertumbuhan domestik," ANZ menambahkan.
Dolar AS dapat menguat selama masa kepresidenan Trump, sementara mata uang Asia dapat melemah karena kebijakan proteksionis yang agresif dan pertumbuhan ekonomi yang kuat di AS. Yuan dan yen akan menanggung beban tindakan tersebut, terutama dari kebijakan yang agresif. "Perang dagang baru antara Washington dan Beijing, disertai dengan kebijakan Amerika yang lebih ketat, akan menyebabkan penurunan yang berkepanjangan pada sebagian besar mata uang Asia (sekitar 10%). Kondisi yuan Tiongkok dapat memburuk secara hipotetis," jelas ANZ.
Sementara itu, para pakar memperkirakan kenaikan tipis dolar AS karena Donald Trump telah berulang kali memicu pelemahannya. Partai Republik percaya tindakan ini penting untuk mendukung ekspor Amerika.
Singkatnya, pasar Asia berada di ambang kecemasan karena prediksi kepresidenan Donald Trump. Namun, prediksi ini, yakni kemenangan dengan kepastian 100%, tidak mungkin terjadi untuk saat ini. Meskipun demikian, para analis dan pelaku pasar harus mengevaluasi semua risiko yang relevan.