Para ilmuwan mempelajari Pitch Lake, danau aspal terbesar di dunia yang terletak di barat daya Trinidad, membuat penemuan mengejutkan. Peneliti menemukan mikroba yang hidup dalam tetesan mikroskopis air di dalam danau. Pitch Lake mencakup sekitar 40 ha dan sekitar 80-meter.
Jadi, menurut para ahli, danau berisi lebih dari 6 juta ton aspal dengan ribuan ton diekstraksi setiap tahunnya. Output tetap sama, sumber daya aspal yang baru ini akan tersedia untuk Bumi selama 400 tahun dari sekarang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mikroba bisa berkembang pada batas dimana minyak dan air bertemu, membantu memecah minyak. Sebelumnya, minyak dianggap terlalu beracun bagi kehidupan.
Tetesan air di Pitch Lake 1-3 mikroliter. Komposisi air (isotop dan kadar garam) menunjukkan bahwa tetesan berasal dari air laut kuno atau air garam di bawah tanah.
Perlu dicatat bahwa mikroba ini bertanggung jawab untuk mengubah kimia minyak, sehingga mengubahnya menjadi pasir minyak. Kualitas minyak diperoleh, proses harus diperhitungkan karena dapat digunakan sebagai alat untuk membersihkan air tanah yang terkontaminasi dan tumpahan minyak. Komunitas mikroba tahan minyak ini mungkin memainkan peran kunci dalam menemukan cara-cara baru untuk memerangi polusi.