Menurut The Wall Street Journal, yang mengutip proyeksi dari Moody's, tarif impor pada barang dari Meksiko, Kanada, dan Tiongkok yang disetujui oleh Presiden AS Donald Trump akan menjadi langkah pertama menuju kenaikan harga pada barang-barang paling populer di Amerika Serikat. Lalu, apa yang bisa dilakukan oleh warga Amerika biasa? Bagaimana mereka bisa membeli mobil, smartphone, dan laptop dari negara-negara tersebut sekarang?
Analis Moody's yakin bahwa tarif baru pada barang impor dari Meksiko, Kanada, dan Tiongkok akan menjadi bom waktu bagi konsumen Amerika. Menurut para ahli, pasar otomotif dan elektronik AS akan menjadi sektor yang paling terdampak oleh kebijakan perdagangan Trump. Tarif pada barang dari Tiongkok akan menyebabkan kenaikan harga smartphone yang diimpor dari negara tersebut. Langkah ini juga akan berdampak pada pasokan produk yang diproduksi oleh pabrikan Tiongkok untuk perusahaan AS seperti Apple. Akibatnya, harga gadget di AS diperkirakan naik hingga 6%.
Selain itu, tarif impor juga akan menaikkan harga laptop dan konsol game. Harga di segmen laptop diperkirakan naik 5%, sementara harga konsol Nintendo dan Sony bisa meningkat hampir 10%, dari $500 menjadi $548.
Tarif pada barang dari Meksiko akan berdampak paling besar pada impor mobil, menurut proyeksi Moody’s. Meksiko merupakan eksportir mobil terbesar ke Amerika Serikat, menyumbang 23% dari total impor mobil AS. Di negara tersebut terdapat pabrik-pabrik dari produsen besar dunia, termasuk Volkswagen dari Jerman. Akibatnya, harga mobil impor bisa naik hingga 20%, yang pada akhirnya akan menyebabkan kenaikan harga semua mobil baru di AS, menurut kesimpulan para ahli.
Tarif impor pada barang dari Meksiko, Kanada, dan Tiongkok mulai berlaku pada 4 Maret. Tarif 25% dikenakan pada semua impor dari Kanada, kecuali sumber daya energi yang dikenakan pajak 10%. Barang dari Meksiko juga menghadapi tarif 25%, sementara barang dari eksportir Tiongkok kini dikenakan tarif tambahan sebesar 10%.