Komisi Parlemen Argentina telah menyelesaikan penyelidikannya atas skandal mata uang kripto yang menempatkan Presiden Javier Milei secara langsung dalam mengatur skema yang melibatkan token Libra. Menurut anggota parlemen oposisi, Maximiliano Ferraro, kesimpulan ini dicapai melalui analisis data teknis, dokumentasi, dan kesaksian saksi. Investigasi tersebut mendokumentasikan pertemuan antara Milei dengan pencipta token, yang menunjukkan keterlibatan langsungnya dalam proyek tersebut.
Pada Februari 2026, Milei mengunggah postingan di platform media sosial X mengenai uang kripto Libra, mendesak para pengikutnya untuk berinvestasi di dalamnya guna mendukung usaha kecil. Nama token tersebut sangat mirip dengan nama partai presiden, La Libertad Avanza. Milei membagikan pesan yang menghubungkan ke bursa tempat Libra dapat dibeli. Beberapa jam kemudian, ia menghapus postingan tersebut dan membantah keterlibatannya, mengklaim bahwa ia memutuskan untuk tidak menyebarkan informasi tanpa terlebih dahulu mempelajari detailnya. Walaupun demikian, tidak lama setelah cuitannya, harga token tersebut melonjak dan lalu kemudian anjlok dengan cepat.
Dampak bagi para investor sangat luar biasa. Menurut komisi parlemen, 114.000 orang ikut terdampak. Namun, Milei bersikeras bahwa hanya empat atau lima warga Argentina yang menderita akibat krisis tersebut, dengan mayoritas investor adalah warga negara asing. Banyak warga negara yang telah mengajukan pengaduan kepada penegak hukum, menuntut penyelidikan.
Laporan setebal 200 halaman dari komisi tersebut, yang berisi bukti tanggung jawab Milei, telah diserahkan untuk dipertimbangkan oleh Dewan Perwakilan Rakyat. Para pembuat kebijakan dari cabang eksekutif telah gagal memberikan penjelasan apa pun terkait skandal tersebut selama beberapa bulan, yang meningkatkan kecurigaan adanya upaya untuk menyembunyikan kebenaran tentang skala kejahatan tersebut.