Utama Kuotasi Kalendar Forum
flag

FX.co ★ Pasar obligasi Jepang senilai $7,3 triliun menjadi sumber volatilitas global

back back next
Humor Forex:::2026-02-02T12:44:20

Pasar obligasi Jepang senilai $7,3 triliun menjadi sumber volatilitas global

Sistem keuangan global menghadapi sumber risiko baru: Japanese government bond market, yang lama dipandang sebagai benteng stabilitas, kini dengan cepat mengalami destabilisasi. Pekan lalu, yields obligasi pemerintah Jepang melesat, membuat trader di seluruh dunia was‑was. Yield obligasi 40‑tahun menembus level 4% untuk pertama kalinya, sementara yields 30‑tahun bergejolak lebih dari seperempat percentage point dalam satu sesi — pergerakan yang dulu butuh berbulan‑bulan. Market capitalization dari kurva imbal hasil berdaulat Jepang anjlok $41 miliar dalam sehari.

Akar krisis ini berasal dari kombinasi faktor struktural dan politik. Inflasi telah melampaui target 2% Bank of Japan untuk tahun keempat berturut‑turut, melemahkan argumen bagi zero interest rates. Di sisi lain, Prime Minister Sanae Takaichi—yang bersiap menghadapi pemilu mendadak pada 8 Februari—menjanjikan pengeluaran fiskal besar, memperbesar utang publik yang sudah sangat besar menjadi sekitar 230% of GDP — tingkat yang tidak kompatibel dengan stabilitas fiskal jangka panjang.

Turbulensi di Tokyo menghasilkan efek riak ke pasar global. Goldman Sachs memperkirakan setiap kenaikan 10 basis points pada imbal hasil Jepang menambah 2–3 bps ke rates di AS dan negara lain. Pergerakan yen yang liar memicu kegelisahan pasar, termasuk di Federal Reserve dan US Treasury. Oleh karena itu pelaku pasar bersiap untuk kemungkinan intervensi mata uang.

Potensi pengembalian modal Jepang menghadirkan risiko serius bagi pasar global. Investor Jepang memegang lebih dari $5 triliun di luar negeri, terutama pada foreign government bonds. Saat yields domestik naik, utang Jepang menjadi lebih menarik: imbal hasil JGB 30 tahun kini sudah melampaui imbal hasil Jerman dan Tiongkok. Para pemain besar seperti Sumitomo Mitsui mengumumkan rencana revisi portofolio dan pergeseran fokus dari foreign bonds kembali ke Japanese ones. Penarikan modal massal oleh para investor Jepang bisa mengguncang pasar obligasi pemerintah AS dan Eropa, mendorong imbal hasil naik pada titik yang sangat tidak menguntungkan dalam siklus ekonomi.

Masayuki Koguchi dari Mitsubishi UFJ Asset Management menggambarkan situasi ini sebagai “era baru” dan memperingatkan, “Ini baru permulaan. Ada kemungkinan kita akan melihat guncangan yang lebih kuat.” Penilaian itu menandakan pelaku pasar siap menghadapi volatilitas tinggi yang berkepanjangan daripada stabilisasi yang segera.

Bagikan artikel ini:
back back next
loader...
all-was_read__icon
Anda telah menyaksikan semua publikasi
terbaik saat ini.
Kami sudah mencari sesuatu yang menarik untukmu...
all-was_read__star
Baru saja diterbitkan:
loader...
Publikasi lebih baru...