Menteri Energi AS Chris Wright menyampaikan perkiraan tentang lintasan harga energi global. Menteri tersebut memperkirakan bahwa harga minyak dan energi lainnya akan mencapai puncaknya dalam beberapa minggu ke depan. Tren ini terkait langsung dengan konflik bersenjata yang sedang berlangsung di Iran.
Dalam jangka panjang, setelah fase aktif konflik berakhir, harga minyak diperkirakan akan kembali ke tingkat fundamental sebelumnya. Memulihkan keseimbangan pasar akan membutuhkan waktu. Wright menyoroti hubungan langsung antara durasi konflik militer dan kecepatan stabilisasi ekonomi selanjutnya.
Harga minyak global melonjak setelah pembicaraan AS-Iran yang tidak membuahkan hasil yang bertujuan untuk menyelesaikan situasi Timur Tengah. Pada 13 April, pasar keuangan diliputi oleh volatilitas yang tinggi.
Harga minyak mentah pada satu titik melonjak lebih dari 7%, mencapai lebih dari $102 per barel. Para ahli industri memperingatkan bahwa jika krisis di Iran berlarut-larut, harga minyak dapat mengalami kenaikan pesat.
Analis Goldman Sachs tidak mengesampingkan kemungkinan bahwa harga komoditas akan mencapai rekor tertinggi baru pada akhir tahun. TASS melaporkan bahwa prospeknya akan bergantung pada kesediaan pihak-pihak terkait untuk terlibat dalam dialog dan pada stabilitas pasokan minyak bumi dari wilayah krisis.