Pernyataan Ketua Federal Reserve, Kevin Warsh bahwa kecerdasan buatan akan menjadi kekuatan disinflasi yang ampuh bertentangan dengan data makroekonomi saat ini, menurut analis di BCA Research.
Walsh membandingkan situasi saat ini dengan tindakan Alan Greenspan pada tahun 1996-1998, ketika mantan kedua Fed tersebut menahan kenaikan suku bunga dengan harapan akan peningkatan produktivitas. Namun, BCA menyebut perbandingan historis ini menyesatkan. Pendorong utama disinflasi pada akhir tahun 90-an adalah saat jatuhnya harga minyak hingga $11 per barek, bersamaan dengan jatuhnya harga logam dan pertanian, bukan lompatan teknologi. Selain itu, prediksi NAIRU Fed sendiri selama periode tersebut dilebih-lebihkan, sehingga menutupi tekanan inflasi yang sebenarnya.
Sebaliknya, lonjakan investasi AI saat ini secara aktif mendorong inflasi naik. Saat kuartal pertama tahun 2026, pengeluaran modal oleh perusahaan teknologi Amerika mencapai 4,9% dari PDB, melampaui puncak historis era dot-com pada tahun 2000. Kekurangan peralatan, kenaikan biaya energi, dan peningkatan harga chip memori telah mulai berdampak langsung pada kenaikan harga ritel untuk elektronik konsumen.
Faktor tambahan yang berkontribusi terhadap inflasi adalah efek kekayaan. Menurut The Fed, rumah tangga Amerika telah mengumpulkan $75 triliun dalam bentuk saham yang merupakan 230% dari PDB dibandingkan dengan 130% pada puncak gelembung internet pada tahun 2000. Tingkat tabungan pribadi telah anjlok menjadi 2,6%, jauh di bawah rata-rata tahun 2019 sebesar 7,3%. Hal ini mendukung pengeluaran konsumen yang tinggi, meskipun pendapatan riil yang dapat dibelanjakan telah menurun sebesar 1,1% sejak April 2025.
Secara teoritis, logika Warsh juga rentan. Dengan menggunakan model pertumbuhan Solow, para ekonom BCA berpendapat bahwa peningkatan produktivitas, siklus depresiasi yang singkat untuk aset AI (3 hingga 5 tahun dibandingkan dengan standar 11 tahun untuk aset tetap non-perumahan), dan peningkatan pangsa modal dalam pendapatan menunjukkan kenaikan yang tak terhindarkan dalam tingkat suku bunga riil keseimbangan, bukan penurunan.
Meskipun Kevin Warsh terus menegaskan dalam kolomnya untuk Wall Street Journal bahwa AI akan menaklukan inflasi, pada awal swap CPI memprediksi bahwa inflasi akan tetap berada di atas target 2% Fed setidaknya untuk dua tahun ke depan. BCA hanya melihat dua skenario yang tidak mungkin terjadi di mana AI dapat menyebabkan penurunan suku bunga: penurunan mendadak dalam pengeluaran AI atau ketidaksetaraan kekayaan yang dahsyat yang akan meningkatkan tingkat tabungan secara keseluruhan di kalangan orang kaya.