Financial Conduct Authority (FCA) Inggris memulai proses untuk menempatkan perusahaan pembayaran London, Euro Exchange Securities UK Ltd., di bawah administrasi eksternal khusus. Regulator turun tangan di tengah kecurigaan serius bahwa perusahaan dan klien‑kliennya terlibat dalam skema pencucian uang berskala besar. Demi memastikan integritas hukum proses ini, FCA mengajukan dokumen ke pengadilan federal AS untuk memperluas prosedur insolvency Inggris ke aset perusahaan di AS, termasuk kantor mereka di Miami.
Dalam berkas pengadilan, otoritas Inggris secara langsung menyebut sifat berisiko tinggi basis klien Euro Exchange dan pelanggaran sistematis terhadap protokol anti‑pencucian uang internal perusahaan. Pengelola kepailitan yang ditunjuk FCA menyatakan operasi grup tersebut menunjukkan risiko material dan bahwa aset yang tersedia kemungkinan terkait langsung dengan aktivitas kriminal. Situs web regulator menyebut bahwa model operasi internal perusahaan menciptakan kondisi ideal untuk memproses dana ilegal. Sidang penentuan akhir mengenai pemindahan perusahaan ke manajemen eksternal dijadwalkan pada 11 Juni.
Grup Euro Exchange, yang dikendalikan oleh pengusaha Luis Gasparini dan keluarga besarnya, beroperasi secara global dengan jaringan kantor luas di Eropa dan AS. Lingkup korporat juga mencakup sebuah bank di Puerto Rico, yang menjadi klien kunci unit Inggris, dan sebuah perantara dalam operasi keuangan grup. Pada 2022, Euro Exchange melaporkan omset tahunan sebesar $1 miliar. Tindakan FCA dapat mempertanyakan masa depan seluruh struktur Gasparini, mengingat jangkauan globalnya dan tuduhan signifikan soal ketidakpatuhan terhadap hukum internasional anti‑kejahatan keuangan.