Analis di Badan Energi Internasional (IEA) telah secara signifikan menurunkan proyeksi mereka untuk pasokan minyak global pada tahun 2026. Menurut laporan agensi untuk bulan Agustus, rata-rata pasokan minyak mentah harian di seluruh dunia akan turun sebanyak 4,3 juta barel per hari (sebelumnya diperkirakan turun 3,7 juta), meninggalkan total pasokan pada 102 juta barel per hari.
Alasan utama untuk revisi negatif ini adalah permusuhan yang sedang berlangsung antara Amerika Serikat dan Iran di Timur Tengah. Blokade yang efektif terhadap Selat Hormuz dan serangan terhadap infrastruktur energi di negara-negara Teluk Persia telah menyebabkan gangguan luas terhadap produksi regional dan ekspor minyak.
Prospek untuk resolusi cepat terhadap konflik ini tetap tidak jelas karena perbedaan mendalam antara Washington dan Teheran. Salah satu hambatan utama untuk mengembalikan navigasi yang aman adalah tuntutan otoritas Iran untuk mengenakan biaya bagi kapal yang melintasi Selat Hormuz, sebuah tuntutan yang ditolak keras oleh Gedung Putih. Dalam kondisi ini, analis dan pelaku pasar tidak mengharapkan jalur perkapalan