Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa Federal Reserve harus menetapkan suku bunga terendah di dunia, dengan menegaskan bahwa tidak boleh ada negara yang memiliki biaya pinjaman lebih murah dibandingkan Amerika Serikat. Saat berbicara kepada para wartawan di klub golf miliknya di Irlandia menjelang pertemuan kebijakan FOMC, pemimpin Gedung Putih tersebut mengakui bahwa ia tidak mengetahui keputusan akhir regulator, namun mendesak otoritas moneter untuk sama sekali mengabaikan data inflasi dan ekonomi yang baru masuk. Trump menekankan bahwa ia memahami prinsip-prinsip ekonomi "lebih baik daripada siapa pun," serta menyatakan bahwa peringkat kredit AS yang tinggi dan kebijakan moneter yang sangat ketat hanya menguntungkan negara lain secara tidak wajar dengan mengorbankan kepentingan Amerika.
Tekanan publik terbaru terhadap bank sentral ini muncul menjelang keputusan bulan September mengenai suku bunga *federal funds*, yang sebelumnya dipertahankan pada kisaran 3,5–3,75%. Meskipun pemerintah menyerukan pelonggaran moneter segera, sebagian besar analis dan pelaku pasar memperkirakan adanya kemungkinan besar kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin menjelang pertemuan tersebut. Sikap *hawkish* The Fed di bawah kepemimpinan Ketua Kevin Warsh didorong oleh percepatan Indeks Harga Konsumen (IHK) inti ke level tertinggi dalam empat bulan serta lonjakan harga minyak akibat konflik di sekitar Iran, yang menciptakan ancaman gelombang inflasi baru hanya beberapa minggu sebelum pemilihan umum sela Kongres.
Komentar terbaru Trump ini menambah deretan peringatan yang belum pernah terjadi sebelumnya yang ditujukan kepada otoritas moneter. Sebelumnya, Trump mengancam akan menghentikan total perdagangan dengan negara-negara yang memiliki defisit perdagangan dengan AS jika Federal Reserve menolak untuk menurunkan biaya pinjaman. Presiden kembali mendesak Dewan Gubernur The Fed untuk "menunjukkan sikap bijak dan, sesekali, bertindak sebagai patriot," dengan argumen bahwa mempertahankan kondisi keuangan yang ketat secara artifisial menempatkan produsen dalam negeri pada posisi yang dirugikan sejak awal.