Uang tradisional dan transaksi keuangan konvensional akan kehilangan signifikansi praktisnya di masa depan, sementara tolok ukur fisik yang mendasar—daya, energi, dan massa—akan menjadi ukuran sesungguhnya dari nilai ekonomi. Prediksi ini disampaikan oleh Elon Musk, pendiri Tesla dan SpaceX, dalam sebuah perbincangan dengan penulis biografinya, Walter Isaacson, di siniar The Builders, seperti ang dilaporkan oleh Reuters dan sejumlah media lainnya. "Uang menjadi tidak relevan. Mata uang konvensional tidak akan lagi berarti," ujar pengusaha tersebut. Pada awal bulan ini, Musk kembali menyandang status sebagai satu-satunya orang di dunia dengan kekayaan mencapai satu triliun dolar.
Musk berpendapat bahwa kemajuan pesat dalam kecerdasan buatan generatif, robotika humanoid, dan pengembangan industri antariksa akan memperluas ekonomi global secara masif. Dalam kondisi tersebut, produksi massal barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan umat manusia akan menjadi tugas rutin berbiaya rendah, yang pada akhirnya meruntuhkan alasan di balik akumulasi modal fiat. Ia juga menyatakan bahwa masyarakat sering menyamakan pengelolaan sumber daya di tingkat global dengan konsumsi individu, padahal batasan fisik untuk konsumsi pribadi dapat dicapai dengan relatif cepat.
Ini bukan kali pertama CEO perusahaan teknologi tersebut memaparkan visi mengenai sistem moneter yang perlahan menjadi usang. Dalam rapat pemegang saham Tesla sebelumnya, ia mengisyaratkan bahwa satuan hitung di masa depan mungkin diukur dalam satuan kilowatt dan ton. Mengingat otomatisasi yang tak terelakkan di seluruh rantai produksi serta hilangnya banyak pekerjaan tradisional, Musk juga mendukung penerapan pendapatan dasar universal untuk mendistribusikan kelebihan barang di saat mesin-mesin otonom mengambil alih pekerjaan fisik.