Rusia saat ini berada dalam situasi ekonomi yang sulit karena turunnya harga minyak dan diperpanjangnya sanksi. Namun di akhir 2014, bank sentral Rusia tersebut mengambil langkah sulit untuk menstabilkan kurs mata uang ruble dan menaikkan suku bunga acuan ke 17 persen.
"Tindakan tak terduga ini berhasil menstabilkan sistem keuangan dan meredakan spekulasi liar di pasar forex," tulis Euromoney.
Euromoney mengakui peran Elvira Nabiullina dalam melawan badai ekonomi. Majalah tersebut juga memuji kerja bank sentral dalam membersihkan pasar dari bank-bank yang tidak terpercaya. Suku bunga dinaikkan dari 10,5 ke 17 persen. Keputusan ini didukung oleh mantan Menteri Keuangan Rusia, Alexey Kudrin. Pada hari yang sama di bursa saham, euro naik ke 100 ruble, dan dolar AS naik ke 80 ruble.
Namun, wakil Partai Keadilan Rusia Mikhail Emelyanov dan pimpinan LDPR Vladimir Zhirinovsky tidak mendukung hal tersebut. Vladimir Zhirinovsky menuduh kepemimpinan Nabiullina di bank sentral membuat nilai ruble jatuh.
Di Januari 2015, euro berharga 74 ruble, dan greenback 65 ruble.
Di 2010, majalah Euromoney menyebut Alexey Kudrin sebagai Menteri Keuangan Terbaik, yang menjabat sebagai Menteri Keuangan dari 2000 sampai ke 2011.