Pergerakan ini dikarenakan oleh devaluasi yuan selain dari data produksi industri Tiongkok yang lemah. Mengikuti jejak pasar saham Tiongkok, seluruh indeks Asia turun, termasuk Nikkei Jepang (turun 3,06%), dan Hang Seng Hong Kong (turun 2,8%).
Sebelumnya, PBOC menurunkan kurs resmi yuan ke 6,5 dari 6,49 terhadap dolar AS. Menurut peraturan yang ada, kurs di pasar dapat berfluktuasi naik atau turun dengan kisaran 2% dari kurs resmi.
Sebuah survei dari swasta menunjukkan PMI manufaktur Tiongkok turun ke 48,2 di Desember dari 48,6 di bulan sebelumnya, sementara PMI jasa naik ke 54,4 di Desember dari 53,6 di November.
Selama beberapa bulan terakhir, mata uang nasional Tiongkok terus melemah terhadap dolar AS. Sebagian ditentukan oleh menguatnya dolar dari mata uang negara lainnya. Sementara itu, bank sentral Tiongkok melonggarkan persyaratan untuk transaksi mata uang memungkinkan yuan untuk berfluktuasi dengan bebas.