Di waktu yang sama, analis menduga bahwa situasi saat ini sangat terkait dengan masalah pada pasar saham Tiongkok, yang bertahan pada hari trading singkat dalam sejarah pasar saham Tiongkok 25 tahun. Hari trading dihentikan dua kali karena saham menunjukkan penurunan tak terduga. Di 13 menit pertama trading, Indeks Gabungan Shanghai turun 5%. Pada kelanjutan trading saham tersebut semakin turun 6,9%, memicu penghentian satu hari.
Sejak Tiongkok merupakan konsumen hidrokarbon terbesar dunia, berbagai masalah pada pasar saham memiliki dampak langsung pada harga komoditas, termasuk minyak.
Terlepas dari Tiongkok, harga minyak yang rendah juga mempengaruhi Rusia. Oleh karnea itu PDB negara bisa kehilangan 2%-3% di 2016 dikarenakan penurunan harga minyak.