Menurut estimasi Credit Suisse, lima bank besar yaitu, JPMorgan Chase, Goldman Sachs, Morgan Stanley, Bank of America dan Citigroup meraih penghasilan sebesar $8 miliar dari trading dan penjualan surat utang. Catatan di triwulan 4 turun 15% dari hasil di triwulan 3 dan 2% lebih tinggi dari triwulan 4 yang sulit di 2014.
Seperti biasa, para investor menikmati periode waktu yang tenang di setiap akhir tahun. Namun, akhir 2015 menjadi pengecualian. Penurunan harga minyak yang berlarut-larut dan crash di pasar ekuitas Tiongkok menimbulkan kegelisahan di antara para pelaku pasar. Tidak ada berita positif di awal tahun baru. Ketegangan diplomatik antara Arab Saudi dan Iran memuburuk. Selain itu, Korea Utara menyebabkan gejolak politik.
Analis UBS AG Brennan Hawken memberikan pendapat yang keras dengan menggambarkan hasil trading dengan kata "sangat buruk". Para ahli memperkirakan net income yang lebih rendah dari bank-bank besar di triwulan akhir 2015 dari triwulan 4 setahun lalu. CEO Bank of America Brian Moynihan juga memberikan perkiraan pesimis mengenai hasil keuangan bank di triwulan 4. "Banyak investor berharap situasi akan berubah lebih baik di triwulan 4 terutama karena antisipasi kenaikan suku bunga Fed AS," Gegard Cassidy, analis RBC Capital Markets mengatakana. "Bahkan, ekspektasi mereka salah," ia menambahkan.