Inggris memperingatkan negara-negara lain di kawasan euro bahwa negara tersebut akan menghadang pengawasan perbankan tunggal zona euro, Financial Times melaporkan. London menyatakan ketidakpuasannya dengan otoritas Eropa yang menghiraukan permintaan dari Inggris.
Perdana Menteri Inggris, David Cameron, sebelumnya berulang kali menyatakan bahwa ia tidak bermaksud untuk menghalangi berdirinya uni perbankan. Pada saat yang sama, selama negosiasi baru-baru ini di Brussels, duta besar Inggris mengatakan pemerintahannya akan mengajukan veto untuk menolak pengawasan perbankan tersebut jika permintaanya tidak dipenuhi, Financial Times mengatakan.
Secara khusus, Inggris menegaskan keputusannya bahwa uni perbankan dan regulatornya (SSM) akan berada di bawah dominasi otoritas zona euro. Surt kabar tersebut mencatat bahwa tidak ada kompromi adanya kekuasaan badan regulator di negara-negara lain: Jerman tetap menginginkan kendali pengawasan pada bank-bank kecil di Jerman, sementara Perancis berpendapat bawah semua institusi kredit seharusnya diawasi oleh badan regulator tersebut.
Para pemimpin negara-negara zona euro memutuskan untuk mendirikan badan mekanisme pengawasan tunggal di pertengahan Oktober 2012. Badan ini rencananya akan mulai aktif pada 2013 dan akan memiliki wewenang untuk mengawasi seluruh bank di kawasan euro.
Awalnya, badan ini dibentuk untuk mengawasi sektor perbankan hanya di negara-negara zona euro (euro merupakan mata uang resmi 17 negara UE dari 27 negara anggota keseluruhan), namun selanjutnya para pemimpin zona euro memutuskan untuk memperluas wewenangnya di luar blok mata uang tunggal.
FX.co ★ Inggris Raya Mengancam Akan Menghadang Uni Perbankan
Humor Forex:::