Menurut Reuters Poll, pundits memperkirakan minyak mentah Brent berada pada rata-rata 42,5 dolar per barel di 2016, turun 10 dolar dari survey bulan sebelumnya. Data resmi menunjukkan bahwa harga minyak telah mencapai tanda ini di Januari. Ekonom lainnya memperkirakan penurunan lebih dalam ke 31,25 dolar per barel pada harga minyak. Analis di Standard Chartered memberikan outlook yang paling pesimis memperkirakan penurunan menjadi serendah 10 dolar tahun ini.
Oleh karena itu outlook pada minyak mentah terlihat seperti ramalan yang suram saat ini. Menurut perkiraan rata-rata, Minyak mentah Brent Laut Utara akan trading di 34,4 dolar di triwulan 1. WTI akan senilai 41 dolar per barel pada rata-rata di 2016, 8 dolar turun dari outlook Desember.
Bank od Rusia telah merevisi rencana anggaran karena situasi saat ini akan menggeser harga minyak mentah jauh lebih rendah dari yang diperkirakan di akhir 2015.