Menurut laporan Biro Statistik Nasional Tiongkok, tingkat pertumbuhan PDB melambat ke 6,9% per tahun di 2015 dibandingkan dengan 7,3% di 2014. Angka ini menjadi tingkat pertumbuhan terendah selama 25 tahun terakhir.
Selain itu, perlambatan ekonomi Tiongkok dan konflik geopolitik global yang semakin memuncak merupakan risiko-risiko besar yang dapat membahayakan ekonomi Eropa.
Pada saat yang sama, situasi politik dalam UE juga dapat berimbas negatif terhadap ekonomi kawasan tersebut. Beberapa di antaranya adalah pembentukan pemerintahan baru di Spanyol, potensi kemunduran reformasi di Portugal setelah pemerintahan baru berkuasa, dan resesi ekonomi di Yunani.
Inflasi rendah yang berkelanjutan adalah risiko lainnya yang dapat membahayakan ekonomi UE. Inflasi yang lambat menunda proses penjualan aset untuk menurunkan utang sehingga menenpatkan ekonomi Zona Euro di bawah tekanan.
Menurut estimasi para ahli, korelasi PDB dan utang turun di 11 dari 19 negara di 2016. Rasio utang-terhadap-PDB yang lebih rendah diperkirakan akan dialami Siprus, Irlandia dan Slovenia, sementara di Yunani, rasio utang-terhadap-PDB akan tetap tinggi meski mendapatkan aliran pendanaan yang baru.