Menurut statistik resmi, raksasa sektor shale seperti Oasis Petroleum dan Pioneer Natural Resources mulai mengaktifkan sumur-sumur yang sebelumnya belum selesai digali (DUC) di 2014-2015 karena rendahnya harga minyak. Saat itu, eksplorasi ladang minyak lebih lanjut dianggap sia-sia. Saat ini, seiring dengan menguatnya harga minyak hingga mendekati level $40 dolar per barel, perusahaan shale melanjutkan kembali aktivitas mereka. Para pengamat independen yakin bahwa aktivitas DUC akan meningkatkan pasokan di pasa global dan mengganggu keseimbangan yang dihasilkan dari upaya keras OPEC dan negara pengekspor utama minyak lainnya termasuk Rusia.
Harga minyak saat ini tidak cukup tinggi untuk memastikan keuntungan penuh. Manajemen Oasis Petroleum membatasi produksi untuk 2016 dengan harga di atas $50 per barel dan sekitar 20% untuk 2017 dengan harga sekitar $47 per barel. Pioneer Natural Resources menetapkan harga minimum seebsar 85% dari produksi tahun ini, menurut laporan dari Reuters. Namun, AS menyatakan akan kembali menurunkan harga minyak jika diperlukan.