Menurut para analis di bank Standard Chartered Inggris, di akhir tahun ini volume impor minyak Tiongkok dapat naik menjadi 8,6 juta barel per hari.
Di awal 2019, impor minyak Tiongkok dapat mencapai 10 juta barel per hari. Pertumbuhan impor disebabkan oleh upaya pemerintah untuk mengisi cadangan minyak strategis dan industri kilang minyak yang meningkat.
Di 2015, impor minyak mentah Tiongkok naik 8,8%. Tiongkok sangat bergantung pada pengiriman bensin, minyak tanah dan LNG dari luar negeri. Oleh karena itu, perkembangan kilang minyak Tiongkok menjadi prioritas utama kebijakan energi Tiongkok.
Tiongkok juga melewati AS dalam sektor lainnya dengan menjadi pasar mobil terbesar di dunia. Maskapai penerbangan Tiongkok juga berkembang dengan aktif. Di November 2015, Tiongkok meluncurkan pesawat C919 pertama buatannya sendiri yang dapat bersaing dengan Airbus A320 dan Boeing 737.
Dalam sektor perminyakan, permintaan naik 6,2% menjadi 9,4 juta barel per hari di 2015.
Kini Tiongkok menjadi negara pengimpor minyak terbesar dunia, namun pembeli minyak terbesar kedua. Standard Chartered memperkirakan permintaan minyak Tiongkok akan naik 420.000 barel per hari di 2016. Pembelian minyak Tiongkok diperkirakan akan mencapai 37% dari seluruh pembelian minyak di dunia tahun 2016.
Di 2040, para ahli mengatakan bahwa Tiongkok dan India kemungkinan akan meningkatkan konsumsi minyak dunia mereka dua kali lipat menjadi 30%,