Dokumen yang dipublikasikan telah menarik perhatian otoritas keuangan sebagian besar negara di dunia. Bank sentral Belanda menekankan kemungkinan pencucian uang di dunia sepakbola profesional. Pada saat yang sama, Spanyol menemukan bahwa Pilar de Bourbon, bibi Raja Spanyol Felipe VI memiliki front company. Pemerintah Swedia meminta Bank Nordea, bank terbesar negara tersebut untuk mengklarifikasi informasi bahwa bank tersebut memfasilitasi penghindaran pajak klien. fakta bahwa perdana menteri Islandia dan istrinya menyimpan uangnya di Panama memicu reaksi buruk dimana rakyat Islandia mendesak penunjukkan perdana menteri baru.
Respon paling tenang ditunjukkan Rusia dan Swiss. Hal ini karena rakyat Rusia tidak terkejut dengan berita bahwa para pejabatnya menyembunyikan harta mereka di luar negeri. Menurut undang-undang Swiss, bank berhak mendaftarkan perusahaan di luar negeri dengan mematuhi hukum tertentu. Saat ini, otoritas Swiss berupaya mencari tahu apakah hukum tersebut dilanggar atau tidak.