Rusia akan mendaftarkan gugatan terhadap Ukraina di Pengadilan Tinggi London terkait hutang sebesar $3 miliar yang belum dibayarkan. Yang menarik, kasus ini akan diselesaikan menurut hukum Inggris. Baru-baru ini, Kremlin menyampaikan keraguan terhadap hakim-hakim London dan menyebut putusan mereka "miring secara politis". Melihat sejarah hutang tersebut, pada akhir 2013 Moskow menerbitkan Eurobond senilai $3 miliar untuk Ukraina yang dipimpin presiden pro-Rusia Viktor Yanukovych. Kematangan pinjaman Eurobond tersebut berakhir pada Desember 2015. Kiev gagal membayar hutangnya dalam masa tenggang selama 10 hari. Jadi, pada 1 Januari 2016, negara eks-Soviet tersebut secara resmi menyatakan default atas hutang-hutangnya.
Menurut Menteri Keuangan Rusia Anton Siluanov, Rusia menuntut Ukraina "setelah banyak percobaan yang gagal untuk mendesak Ukraina masuk kedalam negosiasi untuk merestrukturisasi hutangnya." "Perlindungan hak-hak Federasi Rusia sebagai kreditur akan dilaksanakan oleh pengadilan yang independen dan berotoritas, yang akan sepenuhnya mempertimbangkan perselisihan antara dua negara berdaulat tersebut," ia menekankan.
Merespon klaim Rusia, otoritas baru Ukraina menyebut kesepakatan ini sebagai sogokan untuk Yanukovych dan menerapkan moratorium terhadap pembayaran hutang tersebut. Mulai sekarang, hutang yang diperselisihkan senilai $3 miliar tersebut akan diselesaikan di Pengadilan Tinggi London. Menteri Ekonomi Rusia Alexey Ulyukaev yakin Moskow memiliki peluang 100% untuk memenangkan kasus tersebut.