Pemerintah Cina mencari kesempatan untuk menciptakan zona pasar bebas dalam bingkai Shanghai Cooperation Organization. Ketua Dewan Negara Cina Li Keqiang mendesak para negara anggota untuk mengkonsentrasikan usaha bersama untuk mencapai pergerakan bebas komoditas, modal, layanan, dan teknologi di dalam SCO. Cina merencanakan untuk mendirikan zona pasar bebas tersebut pada 2020. Menurut sang premier, Cina siap untuk ikut berbagian dalam proyek umum bersama dengan anggota SCO lainnya, "Anggota SCO memiliki potensi sumberdaya yang besar. Cina siap menyediakan teknologinya yang matang, perlengkapan dan layanan kontrak, memadukan kemampuan teknologinya dengan keperluan pengembangan negara-negara anggotanya. Cina juga dapat ikut membanti mendirikan pabrik-pabri, melaksanakan produksi dan manufaktur untuk menciptakan peluang kerja lokal," kata Li Keqiang. Selain itu, sang pejabat Cina menekankan dalam pidatonya tentang perlunya membangun satu jaringan transportasi yang, seperti Jalan Sutera, akan menghubungkan Eropa dan Asia. Tercatat, anggota-anggota SCO telah menandatangani perjanjian untuk menciptakan kondisi yang baik untuk jalan transportasi internasional, dan kini satu sistem jalan raya sedang dikembangkan di kawasan tersebut. "Pada akhirnya, diperlukan adanya satu jaringan transportasi tunggal di Eurasia dengan pusat di kawasan Asia Tengah," menurut sang ketua Dewan Negara Cina tersebut. Proyek ini tampak menarik juga bagi pemerintah Rusia. Perdana Menteri Rusia Dmitry Medvedev, yang menghadiri pertemuan SCO, mengatakan "ide sistem transportasi terintegrasi didalam SCO tampaknya lebih menjanjikan dengan menggunakan potensi koridor transportasi yang telah ada atau baru dibuat, termasuk Jalan Rel Trans-Siberia dan Jalur Utama Baikal-Amur. Kami kini sedang menyiapkan dasar hukum untuk ini."