Ditengah kenaikan harga minyak, mata uang Rusia naik tajam ke level tertinggi yang dicapai di akhir 2015. Di pertengahan April, pasangan USD/RUB menguat di level psikologis 66 pada bursa Moskow. Ruble Rusia juga naik terhadap mata uang tunggal Eropa. EUR/RUB melewati level 75 dan turun ke 74,84. Seperti biasa, ruble mendapatkan dorongan dari kenaikan harga minyak.
Para ahli komoditas mengakui bahwa ketidakpastian mengenai harga minyak belum hilang. Di Januari, ruble mencapai level terendah sepanjang masa terhadap dolar dan diperdagangkan di 85,99 ruble per dolar. Sejak itu, ruble naik 23%. Hal ini disertai dengan kenaikan harga minyak Brent dari $28,21 per barel di pertengahan Januari ke $41,69 pada 11 April. Beberapa lembaga hedge funds dan bank-bank besar seperti JP Morgan Chase, Danske Bank, dan Goldman Sachs menaikkan perkiraan pada penguatan ruble ke level tertinggi sejak Februari 2013 di akhir tahun. Sebaliknya, optimisme mengenai prospek mata uang Rusia tidak ditunjukkan dalam jajak pendapat reguler dari Bloomberg. Selain itu, pelemahan ruble diperkirakan terjadi dalam skenario dasar Bank Dunia.