"Saat ini, versi dasar perkiraan mengasumsikan harga minyak Ural akan sebesar $40 per barel. Selain itu, Rusia mempersiapkan rencana lain jika harga minyak lebih rendah sebesar $25 per barel," Medvedev mengatakan.
Selain itu, Perdana Menteri berjanji menghindari penurunan anggaran karena pemerintah Rusia tidak berencana untuk menaikkan pajak.
Seperti biasanya, Medvedev mengeluh kesulitan untuk membuat perkiraan dalam situasi geopolitik seperti sekarang ini. Ia menjelaskan keakuratan outlook tidaklah sempurna, namun revisi tetap harus dilakukan. Dmitry Medvedev menekankan bawha fundamental ekonomi Rusia tetap tangguh meski dijatuhkan sanksi, terbatasnya akses untuk modal dan teknologi asing, gejolak di pasar minyak dan tindakan politik lainnya.
Secara umum, Rusia selalu menentang lawan politiknya selama beberapa abad. Dalam kondisi ini, mustahil untuk menaruh perhatian besar kepada bidang sosial dan ekonomi negara tersebut. Dalam sejarah, pemerintah Rusia selalu menempatkan prioritas tinggi pada kebijakan luar negeri dibandingkan dengan ekonomi domestik.