Menyusul rilis data pasar pekerjaan AS yang mengecewakan, beberapa ekonom merevisi outlook mereka untuk jalur kebijakan moneter Federal Reserve. Para analis Bank of America Merill Lynch, Barclays dan Goldman Sachs mencatat bahwa pertumbuhan ekonomi AS melambat. Selain itu, referendum Inggris di Uni Eropa kemungkinan akan mencegah Federal Reserve AS untuk menaikkan suku bunga pada rapat selanjutnya yang dijadwalkan pada 14-15 Juni.
Michael Gapen, kepala ekonom AS di Barclays Plc, memperkirakan Fed akan menaikkan suku bunga hanya satu kali di tahun ini yaitu bulan September. Ia juga meyakini beberapa anggota FOMC akan memilih untuk melihat hasil referendum Inggris sebelum kembali menaikkan suku bunga.
"Kami tidak lagi mengharapkan kenaikan suku bunga pada rapat Juni," ekonom Goldman Sachs Group Inc. mengatakan. "Kini, kami memperkirakan kenaikan suku bunga selanjutnya akan dilakukan bulan September."
Ethan Harris, wakil kepala penelitian ekonomi global Bank of America Merrill Lynch juga mengubah pandangannya. "Meski kondisi keuangan membaik, masih ada beberapa kekhawatiran mengenai ketidakpastian di pasar, referendum Inggris dan pemilihan presiden AS. Kami tetap yakin bahwa Fed masih sibuk dengan proses normalisasi dan menunggu kenaikan suku bunga Fed di bulan Maret tahun depan setelah kenaikan di September," catatnya.